Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengisyaratkan adanya kemajuan "sangat baik" dalam pembicaraan dengan Iran, bahkan memprediksi potensi hasil konkret yang bisa muncul pada akhir pekan ini. Optimisme ini dilontarkan Trump kepada wartawan, seperti dilansir kantor berita AFP, di tengah ketegangan yang terus membayangi kawasan Timur Tengah.
Menurut Trump, negosiasi yang sedang berlangsung berpotensi menghasilkan kesepakatan dalam hitungan hari. Ia juga menegaskan perlunya pemisahan antara pembicaraan AS-Iran dengan konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah di Lebanon. "Saya ingin memisahkannya, saya ingin memiliki hal yang terpisah, karena memang terpisah," ujar Trump, menekankan bahwa kedua isu tersebut memiliki dinamika yang berbeda.

Namun, pernyataan Trump ini kontras dengan pandangan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Meskipun Araghchi mengakui adanya jalur komunikasi dengan Amerika Serikat, ia juga menyatakan "belum ada kemajuan nyata" yang dicapai dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Mengenai situasi di Lebanon, Trump mengungkapkan bahwa AS telah melakukan komunikasi langsung dengan Hizbullah untuk pertama kalinya. "Mereka sepakat kemarin bahwa mereka tidak akan menembak, Israel tidak akan menembak, kita hanya akan melihat," kata presiden AS itu, sebagai bagian dari upaya meredakan eskalasi pertempuran di wilayah tersebut.
Hubungan AS dan Iran sebelumnya diwarnai ketegangan, termasuk insiden penembakan jatuh drone Iran oleh otoritas AS dan serangan terhadap stasiun kontrol darat Iran. Di sisi lain, pasukan Iran juga dilaporkan meluncurkan drone dan rudal ke beberapa negara tetangga di Teluk. Trump sendiri meremehkan insiden-insiden tersebut, menggambarkannya sebagai "bagian dunia yang berbeda" dan mengartikan gencatan senjata di wilayah tersebut sebagai periode "penembakan yang lebih moderat."
"Ada alasan untuk semuanya, dan kami menyerang mereka dengan cukup keras malam sebelumnya, dan sebenarnya tadi malam," jelas Trump tentang Iran, seraya menambahkan, "Ketika itu dijelaskan kepada saya, saya berkata, ‘baiklah.’"
Meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran telah berlaku sejak awal April, dan gencatan senjata di Lebanon dimulai pada pertengahan bulan yang sama, bentrokan antara berbagai pihak yang terlibat dalam konflik masih terus berlanjut. Menarik untuk dinantikan apakah janji terobosan ini akan terwujud pada akhir pekan, mengingat kompleksitas situasi di lapangan.
