Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan dengan ancamannya untuk menutup total ruang udara Venezuela. Langkah ini sontak memicu kecaman keras dari pemerintah Venezuela yang melihatnya sebagai bentuk agresi dan upaya penggulingan Presiden Nicolas Maduro.
Ancaman yang disampaikan Trump melalui platform media sosialnya itu, menargetkan maskapai penerbangan, pilot, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas ilegal seperti peredaran narkoba dan perdagangan manusia. "Kepada seluruh Maskapai, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pelaku Perdagangan Manusia. Harap anggap RUANG UDARA DI ATAS DAN SEKITAR VENEZUELA SEPENUHNYA DITUTUP," tulis Trump dengan huruf kapital.

Kementerian Luar Negeri Venezuela merespons dengan menyebut ancaman tersebut sebagai "ancaman kolonialis" dan "agresi baru yang berlebihan, ilegal, dan tidak beralasan terhadap rakyat Venezuela." Mereka juga menyoroti pengerahan kekuatan militer AS di Karibia sebagai bagian dari upaya menekan dan menggulingkan Maduro.
Ancaman penutupan ruang udara ini berpotensi menimbulkan dampak serius. Data dari FlightRadar24 menunjukkan penurunan signifikan aktivitas penerbangan di atas wilayah Venezuela setelah ancaman tersebut diumumkan. Selain itu, Venezuela juga memperingatkan bahwa langkah ini dapat mengganggu penerbangan repatriasi migran Venezuela dari Amerika Serikat, menambah dimensi kemanusiaan dalam konflik yang semakin memanas.
