Internationalmedia.co.id – News – Warga Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, digegerkan oleh kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang bocah berusia enam tahun. Korban dilaporkan sempat tak sadarkan diri setelah menjadi sasaran aksi dua remaja, memicu keprihatinan serius di kalangan masyarakat.
Linda Reselin, nenek korban, mengungkapkan bahwa cucunya harus menjalani perawatan medis di rumah sakit pasca kejadian. Menurut Linda, bocah malang itu dipaksa mendekati sebuah tiang listrik yang ternyata memiliki aliran bocor, menyebabkan ia tersengat listrik. "Saat ini cucu saya sudah pulih kesadarannya, namun masih menunjukkan rasa takut saat berinteraksi dengan orang lain," ujar Linda, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari Antara pada Rabu, 10 Juni.

Insiden tragis tersebut terjadi pada Minggu, 7 Juni. Rekaman CCTV yang berhasil diakses oleh keluarga menjadi bukti kunci. Dalam rekaman itu, terlihat dua remaja menyeret dan memaksa korban untuk mendekat ke tiang listrik di area taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Tiang listrik yang nahas itu ternyata mengalami kebocoran arus, mengakibatkan korban tersengat listrik, kejang-kejang, dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Saya menyaksikan sendiri rekaman CCTV di taman. Terlihat jelas cucu saya dianiaya oleh dua individu berinisial LNG dan RVN. Ia diseret dan dibawa ke tiang berlistrik, yang kemudian menyebabkannya kesetrum," tutur Linda, menjelaskan detail mengerikan dari video tersebut.
Merespons kejadian ini, pihak keluarga korban tidak tinggal diam. Mereka telah resmi melaporkan kasus perundungan dan penyiksaan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat, dengan harapan agar kedua pelaku segera diidentifikasi dan diamankan oleh aparat berwenang.
Konfirmasi mengenai insiden ini juga datang dari warga sekitar, Asep. Ia membenarkan adanya peristiwa anak 6 tahun yang kesetrum akibat perundungan di taman tersebut. Menurut Asep, taman kini ditutup sementara untuk umum pasca-kejadian. Beruntungnya, kebocoran listrik pada tiang yang menjadi penyebab sengatan telah berhasil diperbaiki. "Taman masih ditutup hingga kini. Pelaku perundungan diketahui adalah remaja setingkat SMA dan seorang anak SMP," jelas Asep.
