Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tragis menyelimuti proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Seorang bocah berusia empat tahun berinisial I, dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang konstruksi. Akibat peristiwa memilukan ini, seluruh aktivitas proyek kini dihentikan sementara waktu untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Konfirmasi penghentian proyek datang dari Lurah Manggarai, M Arafat Dinsirat. Saat dihubungi internationalmedia.co.id pada Rabu (1/7/2026), Arafat menjelaskan, "Iya, dihentikan oleh pihak kepolisian dalam rangka penyelidikan." Ia menambahkan bahwa proyek yang baru dimulai pada 25 Juni lalu ini merupakan inisiatif CSR (Corporate Social Responsibility) yang bertujuan mulia, yakni menyediakan fasilitas olahraga untuk meredam potensi tawuran antar pemuda di wilayah Manggarai.

Menurut Arafat, lapangan multifungsi tersebut direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas futsal, dirancang agar berada di dalam struktur semacam hanggar. Lubang maut yang menelan korban jiwa itu sendiri merupakan bagian integral dari konstruksi, berfungsi sebagai lokasi pemasangan tiang-tiang penyangga utama bangunan. "Itu memang mau dibuat kayak tiangnya lah gitu, tiangnya lapangan itu karena nanti lapangannya kan ada di dalam semacam hanggar," jelasnya, merujuk pada desain lapangan yang akan terlindungi.
Lurah Arafat juga mengungkapkan bahwa area proyek sebenarnya telah dipagari menggunakan seng sebagai langkah pengamanan. Namun, pagar tersebut sempat terbuka sebagian pada Sabtu (27/6) malam, saat warga berupaya menolong korban yang terperosok. "Itu karena kejadian malam itu warga mencoba masuk mungkin dalam konteks menolong, kemudian membongkar seng itu," terang Arafat. Ia menambahkan, setelah insiden dan pemasangan garis polisi, pagar tersebut tidak lagi dibereskan atau ditutup kembali.
Proyek ambisius ini, yang semula ditargetkan rampung pada Agustus 2026, kini berada dalam status quo. Terkait dugaan kelalaian yang mungkin terjadi, Arafat sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. "Terkait kelalaian di sisi mana nanti biar ada penyelidikan dari kepolisian. Karena kalau kami sampaikan nanti malah jadi cerita yang berbeda," pungkasnya, menekankan pentingnya menunggu hasil investigasi resmi untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi ini.
