Kobaran api melalap hutan rakyat di Dukuh Tatung Tengah, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, memicu kekhawatiran luas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini diduga kuat bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, menyebabkan lahan seluas 3 hektare hangus terbakar sejak Jumat (10/7/2026) sore.
Menurut informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id, api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.00 WIB. Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, menjelaskan bahwa titik awal kebakaran berjarak sekitar 50 meter dari permukiman warga. Beruntung, arah angin saat itu mendorong kobaran api menjauh dari area perumahan, mencegah potensi bahaya yang lebih besar bagi penduduk.

Rudi Sugiarto secara tegas menduga bahwa penyebab utama kebakaran ini adalah kelalaian, yakni puntung rokok yang tidak dipadamkan dengan sempurna sebelum dibuang. "Dugaan kuat kami memang karena puntung rokok," ungkap Rudi, seraya menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut di lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan pemicu pasti insiden tragis ini.
Hingga malam ini, diperkirakan sekitar 3 hektare lahan hutan telah hangus dilalap si jago merah. Namun, kekhawatiran besar muncul jika api tidak segera berhasil dipadamkan. Rudi memperingatkan bahwa jika kobaran api terus berlanjut hingga esok hari, area yang terdampak bisa meluas drastis hingga mencapai 10 hektare. "Sekarang sekitar 3 hektare. Kalau belum padam sampai besok, bisa mencapai sekitar 10 hektare," tegasnya, menggambarkan potensi ancaman yang membayangi.
Tim gabungan dari berbagai unsur saat ini terus berupaya keras memadamkan api dan mencegah perluasan area kebakaran. Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya membuang puntung rokok sembarangan, terutama di musim kering, yang dapat memicu bencana alam dengan dampak yang merugikan.
