Sebuah insiden maritim tragis telah mengguncang perairan Filipina selatan, menyusul tenggelamnya sebuah kapal feri yang mengangkut ratusan penumpang. Peristiwa nahas ini, yang dikonfirmasi menelan delapan korban jiwa, kini menjadi fokus operasi penyelamatan besar-besaran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kapal feri tersebut membawa total 342 individu saat insiden itu terjadi pada Senin.
Wali Kota Provinsi Basilan, Arsina Laja Kahing-Nano, mengonfirmasi delapan korban meninggal dunia dari musibah tenggelamnya M/V Trisha Kerstin 3. Sementara itu, upaya penyelamatan cepat berhasil mengevakuasi setidaknya 138 orang dari kapal yang karam. Ronalyn Perez, seorang petugas tanggap darurat di Basilan, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi tim medis di darat. "Jumlah pasien yang datang sangat banyak, dan kami menghadapi kekurangan staf saat ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa 18 korban telah dilarikan ke salah satu rumah sakit setempat.

Kapal feri nahas itu diketahui tengah dalam perjalanan dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo ketika tragedi tersebut terjadi. Penjaga Pantai Filipina segera bergerak cepat, mengumumkan koordinasi aktif dengan stasiun mereka di Mindanao selatan untuk mengintensifkan operasi pencarian dan penyelamatan. Insiden ini menambah daftar panjang bencana maritim yang kerap melanda negara kepulauan berpenduduk 116 juta jiwa ini. Filipina memang memiliki rekam jejak yang suram terkait kecelakaan feri antar-pulau. Sebagai contoh, pada tahun 2023, lebih dari 30 orang tewas akibat kebakaran yang melanda sebuah feri di wilayah selatan Filipina.
Penyebab pasti tenggelamnya M/V Trisha Kerstin 3 masih dalam penyelidikan, namun fokus utama saat ini adalah memastikan semua korban ditemukan dan mendapatkan penanganan yang layak.

