Jakarta – Manajemen Pedal Padel Indonesia akhirnya angkat bicara terkait dugaan insiden penyekapan terhadap salah satu karyawannya yang dituduh mencuri raket. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News pada Senin kemarin.
Melalui akun Instagram resminya, manajemen Pedal Padel menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang kini tengah dalam penyelidikan hukum. Mereka secara tegas membantah keterlibatan manajemen dalam tindakan kekerasan tersebut. "Tindakan yang diduga dilakukan oleh beberapa karyawan tersebut sama sekali tidak diketahui, tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pemilik maupun manajemen Pedal Padel dalam kapasitas apapun," jelas manajemen.

Pihak perusahaan mengakui bahwa sebelumnya telah melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan aset perusahaan, yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun, manajemen menekankan bahwa proses tersebut sama sekali tidak dapat dijadikan alasan atau pembenaran bagi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Menyikapi perkembangan kasus ini, Manajemen Pedal Padel menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. "Kami sepenuhnya mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif penuh dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan ini," ujar perwakilan manajemen. Mereka percaya bahwa setiap pelanggaran hukum harus diselesaikan melalui jalur yang benar dan berkeadilan.
Rasa prihatin yang mendalam juga disampaikan kepada pihak yang terdampak dalam insiden ini. "Tidak seorang pun berhak diperlakukan dengan cara yang merendahkan martabat dan melanggar hak asasi manusia," pungkas manajemen, menunjukkan kepedulian terhadap korban.
Insiden ini bermula ketika seorang karyawan Pedal Padel berinisial AL, yang bekerja di cabang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga disekap selama dua hari setelah dituduh mencuri raket. Kasus ini mencuat setelah ibu korban melaporkannya ke pihak kepolisian. Hingga saat ini, empat pelaku yang diduga terlibat dalam penyekapan tersebut telah berhasil ditangkap dan sedang dalam proses hukum.
