Internationalmedia.co.id – News – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, baru-baru ini menggelar pertemuan bilateral krusial dengan Menlu Republik Korea, Cho Hyun, di sela-sela perhelatan AMM/PMC ke-59 di Manila, Filipina. Diskusi intensif tersebut mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan investasi hingga respons terhadap dinamika geopolitik global, termasuk situasi di Iran.
Dalam keterangan tertulis yang diterima internationalmedia.co.id dari Kementerian Luar Negeri pada Minggu (26/7/2026), Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan dengan Negeri Ginseng. "Indonesia siap untuk terus bekerja sama erat dengan Republik Korea untuk menghasilkan kerja sama konkret," ujarnya. Pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI ke Korea Selatan pada April lalu, dengan fokus pada percepatan implementasi komitmen yang telah disepakati.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah dorongan dari Menlu Cho Hyun agar perusahaan-perusahaan Korea Selatan berinvestasi dalam pembangunan shipyard di Indonesia. Fasilitas ini diharapkan mampu mendukung konstruksi kapal komersial berukuran besar dan menengah, sekaligus memperkuat industri maritim nasional. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor pertahanan dan energi, menunjukkan cakupan kemitraan yang luas dan substansial.
Tak hanya soal ekonomi, kedua diplomat senior ini juga bertukar pandangan mengenai isu-isu kawasan dan global yang mendesak. Situasi di Iran dan Semenanjung Korea menjadi topik diskusi serius. Menlu Cho Hyun secara eksplisit menyatakan dukungan bagi Indonesia untuk memainkan peran konstruktif dalam mendorong upaya de-eskalasi di Iran, sebuah pengakuan atas posisi strategis Indonesia di kancah internasional.
Komitmen terhadap penguatan multilateralisme dan tatanan internasional berbasis hukum turut menjadi agenda pembahasan. Kementerian Luar Negeri menambahkan, pertemuan bilateral ini secara jelas merefleksikan dedikasi Indonesia dan Republik Korea untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang semakin substantif. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat bilateral, tetapi juga berkontribusi signifikan bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
