Pelarian panjang seorang pria yang menjadi buronan utama dalam kasus pembunuhan keji terhadap seorang ayah dan putranya yang masih balita di Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya berakhir. Aan Kurniawan, nama pelaku tersebut, berhasil dibekuk oleh aparat kepolisian setelah sebulan bersembunyi. Berdasarkan laporan Internationalmedia.co.id – News, penangkapan ini membawa titik terang bagi keluarga korban dan masyarakat yang menantikan keadilan.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby, mengonfirmasi penangkapan Aan Kurniawan pada Rabu (26/8). Pelaku ditemukan di salah satu rumah kerabatnya di wilayah Kecamatan Palu Barat. Saat diamankan, Aan sama sekali tidak menunjukkan perlawanan, mempermudah proses penangkapan oleh tim kepolisian.

Selama sebulan penuh, Aan diketahui bersembunyi di sebuah gubuk terpencil yang berada di area likuefaksi Balaroa. Boby menambahkan, pelaku sebenarnya sempat menunjukkan niat untuk menyerahkan diri, bahkan telah meminta keluarganya untuk menghubungi pihak berwajib. Namun, sebelum rencana tersebut terealisasi, aparat kepolisian dari Polresta Palu berhasil mengendus keberadaan Aan dan segera melakukan penangkapan.
Aan Kurniawan merupakan tersangka utama dalam insiden berdarah yang menggemparkan warga Palu pada Minggu malam, 26 Juli lalu, sekitar pukul 22.00 Wita. Ia tega menghabisi nyawa rekan kerjanya, Jamil (32), di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Tak hanya itu, kekejian Aan juga merenggut nyawa putra Jamil yang masih berusia dua tahun, Rizki, serta melukai istri korban, Nurhanisa (23), yang kini masih dalam pemulihan.
Saat ini, Aan Kurniawan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Palu. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik kejahatan keji ini, termasuk detail mengenai pelariannya selama satu bulan penuh dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat atau membantu persembunyiannya.
