Sebuah keluarga di Pancoran Mas, Depok, kini hidup dalam ketidaknyamanan setelah rumah mereka menjadi sasaran teror dari tetangga. Kediaman milik Azis Suraji ini, menurut pantauan Internationalmedia.co.id – News pada Jumat (17/7/2026), menunjukkan kerusakan parah pada bagian pagar. Tiga lembar kayu penutup pagar terlihat patah, yang kemudian ditutupi sementara dengan karpet oleh pemiliknya. Novita (29), putri dari Azis Suraji, mengungkapkan bahwa kerusakan pagar tersebut terjadi pada tanggal 15 Juli lalu.
Novita menjelaskan bahwa pagar rumahnya hancur akibat tendangan berulang kali yang dilakukan oleh pelaku. Aksi brutal tersebut menyebabkan pagar kayu tersebut pecah dan tidak lagi berfungsi optimal. "Itu (pagar rusak) barusan yang tanggal 15 yang kemarin," kata Novita saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan, pelaku menggunakan kaki untuk merusak pagar tersebut.

Kondisi yang semakin memburuk ini mendorong keluarga Azis Suraji untuk mengambil keputusan drastis. Sebuah spanduk bertuliskan ‘Dijual Rumah’ kini terpampang jelas di depan kediaman mereka. Novita membenarkan rencana penjualan tersebut, menyatakan, "Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya sudah terganggu."
Insiden perusakan pagar ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, rekaman CCTV yang viral di media sosial pada Kamis (16/7/2026) menunjukkan seorang pria yang sama berulang kali melakukan aksi provokatif. Dalam video tersebut, terlihat pelaku mondar-mandir menggunakan sepeda motor sebelum melemparkan helm dengan keras ke arah rumah korban. Pada kesempatan lain, pria tersebut juga terekam membuang sampah sembarangan ke pekarangan rumah Azis Suraji, bahkan sempat memicu keributan saat warga sekitar mencoba melerai.
Menanggapi serangkaian teror ini, pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, membenarkan bahwa laporan polisi (LP) telah dibuat pada Rabu (15/7/2026) dengan nomor LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. "Iya baru buat LP semalam," ujar AKBP Made saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026). Saat ini, Polres Metro Depok masih terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik aksi teror yang meresahkan ini.
