Sebuah fakta mengejutkan terungkap terkait insiden penembakan di luar acara makan malam White House Correspondents Dinner. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan tersebut secara spesifik menargetkan anggota administrasi Presiden AS kala itu, Donald Trump. Pernyataan ini membuka dimensi baru dalam penyelidikan kasus yang sempat menggemparkan publik Amerika Serikat.
Blanche, dalam keterangannya kepada Dana Bash dari CNN, menegaskan bahwa meskipun identitas spesifik staf yang menjadi sasaran belum diungkap ke publik, motif penyerangan jelas mengarah pada lingkaran dalam pemerintahan Trump. "Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya," ujar Blanche. Informasi krusial ini terungkap setelah serangkaian surat perintah penggeledahan berhasil dilaksanakan oleh aparat penegak hukum pada malam sebelumnya, membuka tabir di balik insiden yang menggemparkan tersebut.

Insiden menegangkan itu sendiri terjadi pada Sabtu malam, 25 April, di luar ballroom sebuah hotel Hilton di Washington DC, tempat Presiden Trump sedang menghadiri makan malam tahunan bergengsi White House Correspondents Dinner bersama asosiasi jurnalis. Suara tembakan tiba-tiba memecah keheningan, memicu kepanikan massal di antara para tamu. Mereka dengan cepat diinstruksikan untuk mencari perlindungan, bersembunyi di bawah meja atau merebahkan diri di lantai demi keselamatan.
Dalam hitungan detik, agen Secret Service dengan sigap bergerak cepat menuju panggung, mengamankan Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump. Keduanya segera dievakuasi dari lokasi kejadian. Tak hanya itu, sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance, Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent, juga turut dievakuasi oleh tim keamanan ke tempat yang lebih aman.
Pelaku penembakan, yang berhasil ditangkap tak lama setelah insiden, telah diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari California. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya mengungkap motif dan latar belakang di balik serangan yang menargetkan salah satu acara paling prestisius di Washington tersebut, sekaligus menyoroti kerentanan keamanan bahkan di tengah kehadiran para pemimpin negara.
