Internationalmedia.co.id melaporkan, Qatar menegaskan komitmennya sebagai mediator internasional untuk gencatan senjata di Gaza tetap teguh, meskipun baru-baru ini mengalami serangan militer dari Israel. Pernyataan tegas ini dikeluarkan menyusul insiden serangan Israel ke Doha. Meskipun Perdana Menteri Israel, Netanyahu, berupaya menciderai kredibilitas dan upaya perdamaian Qatar, negara tersebut menyatakan akan terus berperan sebagai mitra internasional yang terpercaya dan netral dalam membangun keamanan dan stabilitas regional. Qatar memastikan akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya.
Dalam pernyataan yang dikutip dari Aljazeera, Kamis (11/9/2025), Qatar menyatakan tak akan membiarkan upaya-upaya yang melemahkan perannya sebagai mediator. Namun, negara tersebut juga menuntut pertanggungjawaban Israel atas tindakannya dan mendesak penghentian aksi sewenang-wenang. Qatar akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan Netanyahu dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya yang dinilai ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Qatar menekankan komitmennya yang kuat terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain konflik Gaza, Qatar telah menunjukkan peran aktifnya sebagai mediator dalam berbagai konflik internasional lainnya. Mereka telah memfasilitasi perundingan perdamaian di Kongo, memimpin inisiatif untuk pemulangan anak-anak Ukraina yang mengungsi akibat perang dengan Rusia, dan berperan penting dalam perundingan perdamaian dan kemanusiaan di Afghanistan, termasuk menjadi tuan rumah perundingan dengan Taliban.
