Internationalmedia.co.id – News – Yuli Nofita Sari (29), seorang staf PPPK paruh waktu, kini diliputi trauma mendalam setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong. Insiden yang menggemparkan ini membuat Yuli tak mampu masuk kantor sejak kejadian hingga saat ini, seperti yang dilaporkan oleh internationalmedia.co.id.
"Semenjak kejadian, saya belum bisa masuk kantor. Perasaan saya masih tidak terima, ada juga rasa trauma yang mendalam," ungkap Yuli, menggambarkan kondisi psikologisnya. Ia menambahkan bahwa dirinya telah meminta izin kepada pimpinannya untuk tidak masuk kerja sementara waktu. "Sudah saya sampaikan ke kepala bagian saya, mohon maaf belum bisa masuk kantor," jelasnya.

Dugaan penganiayaan ini terjadi di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Menurut keterangan, Yuli diduga dilempari kue dan disiram air oleh Andi Tenri di hadapan publik, sebuah tindakan yang memicu guncangan emosional bagi korban.
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Komisi I DPRD Bone, Rismono Sarlim, memastikan bahwa kamera pengawas (CCTV) yang berada di dekat masjid lokasi kejadian, tidak mengalami kerusakan. Ia menjelaskan bahwa yang rusak hanyalah kabel High-Definition Multimedia Interface (HDMI) dan bukan perangkat CCTV-nya itu sendiri. "CCTV tidak rusak. Baru saja tadi saya cek bersama Pak Sekwan," tegas Rismono, Kamis (29/7).
