Sebuah kasus pencurian besar yang melibatkan ribuan tempat makan atau ‘ompreng’ berbahan stainless steel untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciputat, Tangerang Selatan, akhirnya terkuak. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dalang di balik hilangnya 1.700 ompreng tersebut ternyata adalah seorang satpam berinisial TRS alias Cangkim (50) yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tempat kejadian.
Insiden pencurian yang menggemparkan ini terjadi di Dapur SPPG Ciputat 07 Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (8/7). Laporan resmi mengenai hilangnya 1.700 ‘tray’ atau ompreng ini segera dilayangkan oleh pihak dapur SPPG kepada kepolisian. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, dalam keterangannya yang diterima internationalmedia.co.id pada Rabu (29/7), membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Ciputat Timur, di bawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Akhmad Kholil Effendi, segera bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal, tim mendapatkan petunjuk penting bahwa ompreng-ompreng curian tersebut sempat ditawarkan oleh seseorang berinisinisial DH alias Bucek.
Penelusuran lebih lanjut akhirnya mengarah pada keterlibatan Cangkim. Meski sempat bungkam di awal, satpam berusia 50 tahun itu akhirnya mengakui perbuatannya. Ia tidak beraksi sendirian, melainkan dibantu oleh tiga rekannya: GZ alias Elub (36), DK alias Ole (32), dan H. Dua dari rekan Cangkim, yaitu Elub dan Ole, berhasil diringkus petugas. Sementara itu, tersangka H kini masih dalam pengejaran polisi dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Modus operandi para pelaku ternyata tidak hanya terbatas pada ompreng. Selain 1.700 ompreng, mereka juga menggasak sejumlah aset penting lainnya, termasuk 2 buah kompor, 1 unit blender, 1 printer, 1 unit genset, 1 power box dan recorder CCTV, serta 1 set kunci gerbang dan ruangan milik Yayasan Dunia Berkah Mandiri. Dapur SPPG tersebut diketahui baru akan memulai operasionalnya, menambah kerugian yang diderita.
Kepada penyidik, Cangkim mengungkapkan motif di balik aksi nekatnya. Ia mengaku menjual ribuan ompreng berbahan stainless steel tersebut kepada pengepul rongsokan untuk dilebur. Uang hasil penjualan barang curian itu, secara mengejutkan, digunakan untuk membeli narkoba.
Kecurigaan polisi semakin kuat setelah hasil tes urine Cangkim menunjukkan positif amphetamine dan methamphetamine. Ia pun tak bisa mengelak dan mengakui sempat mengonsumsi sabu beberapa hari sebelum penangkapan. "Betul, ternyata pak beberapa hari yang lalu saya pakai (narkoba)," ujarnya, seperti dikutip internationalmedia.co.id.
