Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Serangan Mendadak? AS Beri Iran Ultimatum 2 Pekan!
Trending Indonesia

Serangan Mendadak? AS Beri Iran Ultimatum 2 Pekan!

GunawatiBy Gunawati22-06-2025 - 04.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Serangan Mendadak? AS Beri Iran Ultimatum 2 Pekan!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Amerika Serikat (AS) memberikan tenggat waktu dua pekan kepada Iran untuk menentukan sikapnya terkait program nuklirnya. Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS mungkin akan bergabung dengan serangan Israel terhadap Iran jika tidak ada kemajuan dalam upaya penghentian program nuklir tersebut. Situasi ini menimbulkan spekulasi tentang potensi serangan besar-besaran dan perundingan yang masih mungkin terjadi.

Trump menegaskan bahwa dua pekan merupakan waktu maksimum bagi Iran untuk menunjukkan itikad baik. Pernyataan ini disampaikan setelah beredarnya kabar mengenai kemungkinan serangan udara AS. Meskipun demikian, Trump juga menyatakan dirinya mungkin tidak akan menghentikan Israel jika mereka memutuskan untuk menyerang, mengingat posisi Israel yang dianggapnya menguntungkan. Upaya mediasi dari Eropa pun diabaikan oleh Trump.

Serangan Mendadak? AS Beri Iran Ultimatum 2 Pekan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya memberi mereka waktu, dan saya akan mengatakan dua minggu akan menjadi waktu maksimum," tegas Trump kepada wartawan. Tujuannya, menurut Trump, adalah untuk melihat apakah Iran benar-benar berniat untuk menghentikan program nuklirnya.

Di sisi lain, Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menjelaskan bahwa masih ada peluang besar untuk melakukan perundingan dengan Iran. Leavitt membantah tudingan bahwa Trump menunda-nunda pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa Trump akan selalu mengedepankan diplomasi, namun tidak ragu untuk menggunakan kekuatan jika diperlukan.

Terungkap pula bahwa Washington dan Teheran telah melakukan "korespondensi" sejak serangan Israel terhadap Iran pekan lalu. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, merupakan "target yang mudah". AS sendiri memiliki senjata "penghancur bunker" yang mampu menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran yang terlindungi di bawah tanah.

Meskipun telah berupaya melalui jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir Iran, Trump tetap mempertimbangkan untuk bergabung dengan serangan Israel. Gedung Putih pun meminta masyarakat untuk mempercayai insting Trump dalam mengambil keputusan. "Percayalah pada Presiden Trump. Presiden Trump memiliki insting yang luar biasa," kata Leavitt. Situasi ini pun membuat dunia internasional menunggu dengan cemas keputusan akhir AS dalam dua pekan mendatang.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Uranium Iran Jadi Kunci AS Tolak Tawaran Rusia

17-04-2026 - 07.30

Harapan Trump Damai Gencatan Senjata Langsung Berdarah

17-04-2026 - 07.15

Paus Dihadapkan Realitas Kejam Dunia Oleh Trump

17-04-2026 - 07.00

Misteri Minibus Terbakar Belasan Tewas

17-04-2026 - 03.45

Gencatan Senjata Israel Lebanon Pasukan Tetap di Zona Keamanan

17-04-2026 - 03.30

Rahasia Gencatan Senjata Timur Tengah Terungkap

17-04-2026 - 03.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.