Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa sebanyak delapan remaja, termasuk seorang gadis, diamankan oleh aparat kepolisian setelah terlibat aksi tawuran di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada dini hari Sabtu (27/6/2026). Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya patroli gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Penangkapan ini dilakukan oleh tim patroli gabungan yang terdiri dari personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Setibanya di lokasi kejadian, petugas segera membubarkan kerumunan dan melakukan pengejaran terhadap sekelompok remaja yang diduga kuat hendak terlibat tawuran. "Delapan pemuda berhasil diamankan setelah petugas melakukan pengejaran terhadap sekelompok remaja yang diduga hendak terlibat tawuran," terang Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, dalam keterangan resminya.

Dari delapan remaja yang berhasil diamankan, satu di antaranya berjenis kelamin perempuan. Ia turut dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Seluruh remaja yang tertangkap kemudian diserahkan ke Polsek Ciracas guna menjalani pemeriksaan dan penanganan hukum sesuai prosedur yang berlaku.
Kombes Henik Maryanto menambahkan bahwa patroli semacam ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang terus digencarkan. Tujuannya adalah sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan seperti tawuran, balap liar, maupun kejahatan jalanan lainnya. Menurutnya, respons cepat dari personel di lapangan sangat krusial untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban atau keresahan di tengah masyarakat.
Sebelum insiden di Ciracas, aparat kepolisian juga berhasil membubarkan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan Jalan Taman Mini, Makasar. Pihak kepolisian tak henti-hentinya mengimbau kepada para remaja yang masih berkumpul hingga larut malam, khususnya di kawasan Kramat Jati, agar segera kembali ke rumah masing-masing. "Upaya preventif ini dilakukan sebagai bagian dari patroli KRYD untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Jakarta Timur," tegas Kombes Henik.
Kehadiran patroli gabungan di titik-titik rawan diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi tawuran, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat pada malam hingga dini hari. Polda Metro Jaya secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah pada malam hari. Masyarakat juga diharapkan tidak ragu untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 apabila mengetahui atau menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
