Serangan skala besar yang dilancarkan Ukraina terhadap Rusia mengguncang dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, setidaknya 361 drone dikerahkan dalam serangan yang terjadi Minggu dini hari (14/9/2025). Serangan ini mengakibatkan kebakaran di kilang minyak Kirishi, salah satu kilang terbesar di Rusia yang terletak di wilayah barat laut negara tersebut.
Informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari Reuters menyebutkan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, peristiwa ini semakin memanaskan situasi konflik yang telah berlangsung lama antara kedua negara. Serangan balasan pun dilaporkan terjadi, dengan Rusia mengklaim telah menembak jatuh ratusan drone, termasuk empat bom udara berpemandu dan sebuah rudal HIMARS buatan Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah berhasil mencegat sebagian besar drone tersebut. Namun, Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, membenarkan adanya kebakaran di area Kirishi akibat serpihan drone yang ditembak jatuh. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dengan cepat.
Pihak Ukraina, melalui komando drone mereka, mengklaim serangan ke kilang minyak tersebut berhasil. Sementara itu, Reuters belum dapat memverifikasi secara independen skala kerusakan yang ditimbulkan. Kilang minyak Kirishinefteorgsintez, milik Surgutneftegaz, diketahui memproses sekitar 17,7 juta metrik ton minyak mentah per tahun, atau sekitar 6,4 persen dari total produksi minyak Rusia.
Di tengah gencarnya upaya internasional untuk mengakhiri konflik, serangan-serangan seperti ini semakin meningkatkan ketegangan. Situasi ini semakin rumit dengan laporan drone Rusia yang memasuki wilayah udara Polandia, anggota NATO, dan kemudian ditembak jatuh. Rusia sendiri mengklaim telah melakukan latihan militer gabungan dengan Belarusia, termasuk uji coba rudal jelajah hipersonik Zirkon. Perkembangan ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih besar.
