Tuesday, 16 April 2024

Search

Tuesday, 16 April 2024

Search

Sektor Industri Manufaktur Optimis Terus Berekspansi

Dok. Kemenpein.

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melansir Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Desember 2022 sebesar 50,90 atau naik 0,01 dibandingkan nilai IKI November 2022 yang mencapai 50,89. Terjadinya peningkatan level ekspansi indeks ini menunjukkan peningkatan optimisme sektor industri manufaktur di Indonesia untuk terus berekspansi.

Pelaporan IKI melibatkan seluruh subsektor industri sebagai responden, terbanyak dibandingkan indikator penilaian industri lainnya. Sementara itu, IKI memberikan nilai indeks yang dapat diinterpretasikan bahwa jika angka IKI antara 0-50 maka tandanya kontraksi, di angka 50 menunjukkan level stabil, dan di atas 50 menandakan fase ekspansi.

“Kami mengapresiasi para pelaku industri yang masih semangat dalam menjalankan usahanya di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, dilansir dari laman Kemenperin, Minggu (1/1).

Febri mengemukakan, capaian tingkat ekspansi pada IKI Desember 2022 merupakan kontribusi dari 11 subsektor industri yang memiliki total sumbangsih sebesar 74,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas selama triwulan III tahun 2022. “Share terhadap PDB yang ekspansi ini meningkat dari 71,3 persen menjadi 74,9 persen,” ungkapnya.

Penyebab utama kenaikan itu karena subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang memiliki kontribusi terhadap PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 7,2 persen, meningkat nilai IKI-nya dari yang bulan sebelumnya mengalami kontraksi menjadi ekspansi di Desember.

Dijelaskan Febri, semua indeks variabel pembentuk IKI pada bulan Desember 2022 mengalami ekspansi. Saat ini, IKI menggunakan tiga variabel dalam perhitungannya, yakni pesanan baru, persediaan produk, produksi.

Pesanan domestik merupakan faktor dominan yang memengaruhi indeks variabel pesanan baru. Hal ini terkait pula dengan nilai indeks variabel produksi,” tuturnya. 

Peningkatan nilai IKI pada Desember 2022 bersumber dari perubahan IKI persediaan produk yang pada November mengalami kontraksi (47,23) menjadi level ekspansi (54,27) di Desember 2022.

Secara umum, perusahaan industri menjawab kondisi kegiatan usahanya pada bulan Desember stabil dibanding dengan bulan November (42,6%) dan yang menjawab meningkat sebanyak 29,5%. “Konsistensi panel responden pada bulan Desember sebesar 90% dibanding November,” imbuhnya.

Febri menambahkan, secara umum pelaku usaha memandang kondisi usaha selama 6 bulan ke depan lebih optimis dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Mayoritas (60,5%) pelaku usaha menyatakan optimis terhadap kondisi usaha industri selama 6 bulan ke depan. Angka ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 58,1%. Menurutnya, optimisme perusahaan di tahun depan didukung dengan kebijakan pemerintah pusat yang semakin mendukung iklim usaha.

Plt. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kimia, dan Farmasi Kemenperin Ignatius Warsito yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Kemenperin mendukung para pelaku industri untuk tetap menjaga optimisme sekaligus menjaga stabilitas kinerja sepanjang 2022. Pemerintah mengeluarkan kebijakan sebagai instrumen bagi pelaku industri untuk melakukan akselerasi utilitas industrinya,” ujar Warsito.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media