Para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) berkumpul dalam sebuah pertemuan hangat di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Pertemuan yang diinisiasi oleh Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas hampir dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id, Sugiono mengungkapkan bahwa pertemuan yang dikemas dalam jamuan makan malam akrab tersebut merupakan kesempatan langka yang selama ini belum sempat terwujud. "Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan, tidak hanya untuk menyambut HUT RI, tetapi juga untuk merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," jelas Sugiono. Ia menambahkan, silaturahmi kebangsaan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarparpol koalisi.

Deretan Sekjen partai anggota Koalisi Indonesia Maju turut hadir, meliputi perwakilan dari Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur. Hanya Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berhalangan hadir dan menyampaikan permohonan maaf. Kehadiran para Sekjen ini, menurut Sugiono, merupakan wujud nyata dari komunikasi politik yang terus dijaga dalam mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih.
Sugiono menegaskan, peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum krusial untuk memperkokoh persatuan dan semangat gotong royong. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus diisi dengan kerja bersama, terutama dalam menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menambahkan, banyak persoalan bangsa yang dihadapi pemerintah saat ini bukan muncul dalam waktu singkat, bahkan ada yang telah berlangsung puluhan tahun. Oleh karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kesinambungan kebijakan, konsistensi, serta dukungan dari seluruh elemen bangsa. "Tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya dalam satu periode pemerintahan," tegasnya.
Dalam sesi diskusi, para sekjen juga bertukar pandangan mengenai perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo serta tantangan pembangunan ke depan. Sugiono menekankan vitalnya dukungan politik agar kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat. "Pemerintah membutuhkan dukungan yang konstruktif, sekaligus masukan dan pengawasan. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Tujuan akhirnya harus tetap sama, yaitu menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia," paparnya.
Lebih lanjut, Sugiono berharap silaturahmi semacam ini dapat memperkuat suasana politik yang sejuk dan berorientasi pada penyelesaian persoalan rakyat. "Kita ingin menjaga agar komunikasi politik tetap terbuka dan suasana kebangsaan tetap sejuk. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi memastikan setiap perbedaan tetap ditempatkan dalam bingkai kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya, menekankan pentingnya sinergi.
Mengakhiri pernyataannya, Sugiono mengajak seluruh elemen politik untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk kerja nyata. Ia berharap setiap komponen bangsa mengambil bagian dalam memperkuat pembangunan dan menjaga persatuan nasional. "Menyambut Hari Kemerdekaan, kita perlu mengingat kembali bahwa Indonesia dibangun melalui persatuan, pengorbanan, dan gotong royong. Semangat itulah yang harus terus kita rawat untuk mendukung pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat," tutupnya.
Turut hadir dalam pertemuan penting tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, bersama para sekjen dari partai Koalisi Indonesia Maju, baik dari partai parlemen maupun non-parlemen.
