Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari tabung gas elpiji 3 kilogram mengguncang ketenangan malam di kawasan Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Insiden yang terjadi pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 21.00 WIB ini sontak membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa nahas tersebut juga mengakibatkan pemilik warteg, Suherman (44), menderita luka bakar serius.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian menjadi saksi bisu detik-detik mencekam tersebut. Suara ledakan yang memekakkan telinga memecah keheningan malam, diikuti oleh semburan api yang terlihat jelas dari dalam bangunan. Warga yang terkejut dan panik segera berhamburan keluar dari rumah mereka, berusaha mencari tahu sumber suara mengerikan itu. Dampak ledakan begitu parah, merusak atap, pintu, serta sebagian besar lantai dua warteg tersebut.

Menurut keterangan Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, insiden ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG 3 kilogram. "Unit Reskrim Polsek Tambora segera turun tangan untuk menyelidiki peristiwa ledakan yang terjadi di sebuah warteg, yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal warga," jelas AKP Wahyu dalam pernyataan resminya kepada internationalmedia.co.id pada Selasa (9/9/2026).
Selain kerusakan material yang signifikan pada bangunan warteg, termasuk pintu, atap, dan struktur lantai dua, beberapa rumah di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami dampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, Suherman, sang pemilik warteg, harus dilarikan ke fasilitas medis akibat luka bakar yang dideritanya.
Warga yang berada di lokasi, selain panik, juga sigap memberikan pertolongan pertama kepada Suherman. Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Tambora untuk penanganan awal, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Tarakan guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Pihak berwenang masih terus memantau kondisi korban dan memastikan keamanan area pasca-ledakan.
