Jakarta – Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tak terduga menyelimuti perjalanan LRT Jabodebek pada Rabu pagi ini. Kereta ringan modern tersebut dilaporkan mengalami gangguan teknis sesaat setelah tiba di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, memicu pertanyaan mengenai penyebabnya. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB, menyebabkan keterlambatan singkat bagi para penumpang.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, membenarkan insiden tersebut. "Betul ada gangguan pagi tadi. LRT Jabodebek memohon maaf atas keterlambatan perjalanan akibat gangguan pada sarana yang terjadi di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, sekitar pukul 06.30 WIB," ungkap Radhitya saat dihubungi oleh internationalmedia.co.id pada Rabu pagi. Ia menambahkan, tim teknisi masih bekerja keras untuk mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan sarana kereta tidak dapat bergerak, meskipun dalam kondisi menyala.

Meskipun demikian, Radhitya memastikan bahwa dampak gangguan ini terhadap jadwal perjalanan secara keseluruhan relatif singkat. "Untuk dampaknya terhadap perjalanan, keterlambatannya relatif singkat dan tidak sampai mengganggu keseluruhan operasional LRT Jabodebek," jelasnya. Kondisi ini diperparah karena insiden terjadi di stasiun akhir, Dukuh Atas, yang sempat menimbulkan antrean bagi LRT lain yang hendak memasuki stasiun. Namun, operasional kembali normal secara bertahap sekitar pukul 07.30 WIB.
"Keretanya tiba di Dukuh Atas, terus yang belakangnya kan otomatis merembet. Kalau berangsur normal itu… posisi keretanya kan udah di terakhir tuh, track terakhir. Jadi penanganannya tuh lebih cepat, cuma perjalanan kereta udah berangsur normal itu sekitar setengah delapanan," pungkas Radhitya, menjelaskan mengapa penanganan bisa dilakukan dengan relatif cepat karena posisi kereta yang terganggu berada di jalur terakhir stasiun. Pihak LRT Jabodebek terus menyelidiki penyebab pasti insiden ini untuk memastikan kelancaran operasional di masa mendatang.
