Internationalmedia.co.id – Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyambut baik kabar tentang rencana pembebasan sandera yang ditawan Hamas di Gaza. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, Smotrich melontarkan pernyataan keras yang kontroversial. Ia mendesak agar Israel tidak berhenti berperang setelah sandera dibebaskan.
"Segera setelah para sandera kembali ke rumah, negara Israel harus terus berupaya sekuat tenaga untuk sepenuhnya membasmi Hamas dan sepenuhnya mendemiliterisasi Gaza agar tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel," tegas Smotrich, seperti dilansir AFP, Kamis (9/10/2025). Pernyataan ini menunjukkan bahwa Smotrich menolak adanya gencatan senjata dengan Hamas.

Smotrich secara terbuka menentang kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas. Ia bahkan bersikeras akan memberikan suara menentang kesepakatan tersebut. Kekhawatiran utamanya adalah pembebasan tahanan Palestina yang dianggapnya sebagai "generasi pemimpin teroris berikutnya."
"Ada ketakutan yang sangat besar akan konsekuensi dari pengosongan penjara dan pembebasan generasi pemimpin teroris berikutnya yang akan melakukan apa pun untuk terus menumpahkan darah Yahudi di sini," tulis Smotrich di media sosial X. "Karena alasan ini saja, kami tidak bisa ikut serta dalam perayaan yang picik atau memberikan suara mendukung kesepakatan ini," tambahnya.
Kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza ini dicapai melalui negosiasi tidak langsung dengan Israel di Mesir. Hamas menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pengakhiran perang, penarikan pasukan pendudukan, masuknya bantuan kemanusiaan, dan pertukaran tahanan.
Kelompok militan Palestina itu juga mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menekan Israel agar sepenuhnya melaksanakan perjanjian tersebut. Mereka meminta Trump untuk memastikan Israel tidak mengelak atau menunda-nunda implementasi kesepakatan.
Menurut rencana, pertukaran sandera dan tahanan Palestina akan dilakukan dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan diimplementasikan. Hamas mengklaim bahwa warga Israel yang disandera akan ditukar dengan hampir 2.000 tahanan Palestina.
