Internationalmedia.co.id – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah Moskow menuduh pasukan Kyiv meluncurkan serangan rudal jarak jauh ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) ke wilayahnya. Rusia mengklaim serangan itu menargetkan area sipil di Voronezh, sebuah kota di Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa empat rudal ATACMS ditembakkan ke Voronezh, tetapi berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara S-400 dan Pantsir. Puing-puing dari rudal yang berhasil dihancurkan itu dikabarkan menyebabkan kerusakan pada atap panti jompo, panti asuhan, dan rumah warga. Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan.

Moskow menuding wilayah Kharkiv di Ukraina sebagai lokasi peluncuran rudal-rudal tersebut. Sebagai balasan, Rusia mengklaim telah menghancurkan dua peluncur roket multiple Ukraina dengan rudal Iskander-M.
Sebelumnya, Ukraina mengakui telah menyerang target militer di wilayah Rusia dengan rudal ATACMS yang dipasok AS, yang disebut sebagai "perkembangan signifikan". Serangan ini terjadi setelah Ukraina menerima sistem rudal tersebut pada tahun 2023, yang awalnya dibatasi penggunaannya hanya di wilayahnya sendiri.
Ketegangan ini semakin meningkatkan risiko eskalasi konflik antara kedua negara.

