Penggerebekan besar-besaran di Pakistan mengungkap jaringan penipuan internasional yang mengejutkan. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Badan Investigasi Kejahatan Siber Nasional Pakistan telah menangkap 149 tersangka, termasuk 71 warga negara asing (WNA), dalam penggerebekan sebuah pusat penipuan (scam centre) di Faisalabad. Operasi ini dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang mengungkap kegiatan ilegal mereka.
Pusat penipuan tersebut, yang beroperasi di kediaman Tasheen Awan, mantan kepala jaringan listrik kota, diduga menjalankan skema Ponzi dan penipuan investasi skala besar. Para pelaku menipu korban dengan cara mengumpulkan sejumlah besar uang secara ilegal. Di antara 71 WNA yang ditangkap, 48 di antaranya adalah warga negara China, sementara sisanya berasal dari Nigeria, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Zimbabwe, dan Myanmar. Jumlah tersangka warga negara Pakistan sendiri mencapai 78 orang, dengan 18 di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa semua tersangka saat ini ditahan dan akan menghadapi proses hukum lebih lanjut. Penggerebekan ini menjadi bukti komitmen Pakistan dalam memberantas kejahatan siber transnasional dan melindungi warganya dari penipuan online. Kasus ini juga menyoroti kompleksitas kejahatan siber internasional yang melibatkan berbagai kewarganegaraan dan membutuhkan kerja sama antar negara untuk mengungkapnya.