internationalmedia.co.id – Insiden mengerikan menimpa ratusan pelajar di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah korban yang sebelumnya dilaporkan masih terbatas, kini melonjak drastis hingga mencapai 103 siswa yang terindikasi mengalami keracunan makanan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi penanganan medis untuk memastikan kondisi para korban. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar siswa kini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Paru guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil.

"Hari ini kami langsung turun ke lokasi di Rumah Sakit Paru. Saat ini, tercatat ada 103 siswa-siswi yang sedang ditangani oleh pihak rumah sakit. Mereka semua adalah warga Kabupaten Bogor yang menjadi korban dalam insiden ini," ujar Rudy saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (21/10/2026).
Meski jumlah korban terus bertambah, Rudy memberikan kabar baik bahwa secara umum kondisi kesehatan para siswa mulai menunjukkan perbaikan. Sebagian besar korban dilaporkan sudah dalam kondisi stabil dan tidak menunjukkan gejala akut yang mengancam nyawa. Namun, terdapat satu kasus khusus di mana seorang siswi mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.
"Secara fisik, hampir seluruh siswa dalam kondisi baik dan stabil. Hanya ada satu siswi yang secara fisik aman, namun ia mengalami kepanikan atau trauma psikologis akibat kejadian ini. Tim medis akan terus memantau kondisi mentalnya," tambah Rudy.
Pihak pemerintah daerah memutuskan untuk tidak langsung memulangkan para siswa ke rumah masing-masing. Meski kondisi fisik terlihat membaik, tim medis masih melakukan observasi ketat selama beberapa jam ke depan. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mengantisipasi munculnya gejala susulan setelah siswa kembali ke lingkungan rumah.
"Kami meminta mereka menunggu satu hingga dua jam lagi agar benar-benar dipastikan kondisinya stabil. Jangan sampai setelah sampai di rumah, baru muncul gejala-gejala baru yang tidak terduga," tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersama tim Puskesmas setempat akan melakukan investigasi mendalam. Tim medis berencana melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah siswa yang terdampak untuk memantau perkembangan kesehatan mereka secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat terus dilakukan secara terpadu. Koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Rumah Sakit Paru (RSPG) terus diperkuat untuk menangani lonjakan jumlah korban yang sempat dilaporkan mencapai 92 orang sebelum akhirnya mencapai angka 103 orang. Investigasi mengenai sumber makanan yang menyebabkan keracunan massal ini masih terus berjalan untuk mencari penyebab pasti dari insiden tersebut.
