Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian berita internasional yang menghebohkan dunia hari ini. Dari tuntutan Putin kepada Zelensky hingga ancaman Israel terhadap Gaza, berikut lima berita utama yang perlu Anda ketahui:
Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan mengajukan sejumlah tuntutan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai syarat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Tiga sumber yang dekat dengan Kremlin membocorkan informasi ini kepada Reuters. Putin disebut menuntut Ukraina menyerahkan wilayah Donbas timur sepenuhnya, mengubur ambisi bergabung dengan NATO, mempertahankan netralitas, dan mencegah kehadiran pasukan Barat di wilayahnya. Pertemuan kedua pemimpin ini masih menjadi spekulasi, namun tuntutan Putin tersebut jelas menunjukkan sikap kerasnya dalam negosiasi.

Ancaman mengerikan datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia bersumpah akan menghancurkan Kota Gaza jika Hamas tak segera memenuhi tuntutan Israel, termasuk melucuti senjata, membebaskan sandera, dan mengakhiri perang sesuai syarat mereka. Pernyataan Katz yang disampaikan melalui media sosial dan dikutip AFP ini, menggambarkan situasi yang semakin genting di kawasan tersebut.
Lonjakan harga beras di Jepang mencapai angka yang mengejutkan. Data resmi menunjukkan kenaikan harga hingga 90,7 persen pada Juli dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun laju kenaikan melambat dibanding bulan-bulan sebelumnya, hal ini tetap menjadi pukulan bagi Perdana Menteri Shigeru Ishiba, yang tengah menghadapi ketidakpastian politik setelah koalisinya kehilangan mayoritas parlemen. Kenaikan harga ini dipicu oleh masalah pasokan akibat musim panas ekstrem tahun 2023 dan aksi panic buying pasca gempa dahsyat tahun lalu.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengubah sikapnya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dalam wawancara dengan Al Arabiya, menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina bukan lagi prioritas utama pemerintahan Presiden Donald Trump. Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan AS yang selama ini mendukung solusi dua negara.
India resmi melarang judi online setelah data pemerintah menunjukkan kerugian mencapai US$ 2,3 miliar (Rp 37,5 triliun) per tahun akibat aktivitas judi online yang melibatkan 450 juta warga. Larangan ini mencakup platform permainan kartu, poker, dan olahraga fantasi, termasuk aplikasi kriket fantasi yang populer di India. Langkah tegas ini diambil untuk melindungi warganya dari dampak negatif judi online.

