Pria bermarga Jiao, yang dikenal sebagai "Sister Hong," menghebohkan China setelah terungkapnya kasusnya yang melibatkan lebih dari 1000 pria. Internationalmedia.co.id melansir dari South China Morning Post, penangkapan Jiao pada 5 Juli 2025 lalu mengungkap praktiknya yang licik. Bukan hanya berdandan layaknya wanita dengan riasan tebal, wig, dan rok panjang, Jiao juga menyamarkan suaranya agar terdengar feminin, menipu para korbannya. Beberapa korban bahkan menyadari bahwa ia adalah seorang cross-dresser, namun tetap terjebak dalam tipu dayanya.
Modus operandi Jiao terbilang sederhana. Ia tidak meminta imbalan uang, hanya hadiah-hadiah kecil seperti susu, buah, bahkan setengah botol minyak goreng. Namun, di balik keramahannya, tersimpan kamera tersembunyi yang merekam seluruh aktivitas seksualnya dengan para korban. Rekaman-rekaman tersebut kemudian dibagikan di sebuah grup daring, dengan biaya keanggotaan 150 yuan (sekitar US$21) per orang.

Kejahatan Jiao terbongkar setelah beberapa korban mengenali diri mereka sendiri dalam video yang bocor dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Meskipun Jiao mengaku telah berhubungan seks dengan 1.691 pria, polisi menyatakan angka tersebut mungkin dibesar-besarkan. Namun, hingga kini belum ada angka pasti yang dirilis, termasuk jumlah keuntungan yang berhasil diraup Jiao dari aksinya. Usia Jiao sendiri diperkirakan sekitar 60-an tahun. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kepercayaan dalam hubungan antar individu.
