Internationalmedia.co.id melaporkan, Gedung Putih akhirnya buka suara terkait memar misterius di tangan Donald Trump yang sempat viral beberapa waktu lalu. Penjelasan mengejutkan pun terungkap, Presiden AS itu ternyata menderita masalah pembuluh darah kronis.
Berawal dari foto-foto yang memperlihatkan memar di tangan Trump, berbagai spekulasi beredar luas. internationalmedia.co.id menghimpun informasi dari berbagai sumber, termasuk BBC, yang menyebutkan bahwa Trump juga mengalami pembengkakan di kakinya. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kemudian menjelaskan bahwa Trump telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk tes vaskular.

Leavitt menyatakan, memar di tangan Trump sesuai dengan "kerusakan jaringan akibat sering berjabat tangan" dan konsumsi aspirin, yang merupakan bagian dari pengobatan pencegahan kardiovaskularnya. Meskipun Trump, yang berusia 79 tahun, kerap menyebut dirinya sehat dan bahkan "presiden tersehat yang pernah ada", pemeriksaan medis menunjukkan ia menderita insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika vena di kaki gagal memompa darah kembali ke jantung, menyebabkan darah mengumpul di tungkai bawah dan menimbulkan pembengkakan.
Dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, menyatakan kondisi Trump jinak dan umum terjadi pada orang berusia di atas 70 tahun. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan tidak ada tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit sistemik lainnya. Secara keseluruhan, Trump dinyatakan dalam "kondisi kesehatan yang sangat baik".
Meryl Logan, asisten profesor bedah vaskular di University of Texas, menjelaskan mekanisme insufisiensi vena kronis. Ia menyebutkan bahwa vena dan katupnya berfungsi mendorong darah ke atas dari kaki menuju jantung. Namun, proses ini melawan gravitasi, sehingga jika vena dan katupnya tidak berfungsi optimal, darah akan kembali ke kaki. Logan menegaskan bahwa insufisiensi vena kronis hanya memengaruhi bagian bawah tubuh, sehingga tidak terkait dengan memar di tangan Trump.
Memar di tangan Trump sebelumnya juga terlihat pada foto saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di bulan Februari. Pembengkakan kaki dan memar tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di dunia maya. Dokter presiden menjelaskan memar di tangan tersebut sebagai akibat dari sering berjabat tangan dan efek samping penggunaan aspirin. Penggunaan stoking kompresi medis disarankan untuk mengatasi insufisiensi vena kronis.