Internationalmedia.co.id – News Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, menyoroti serius bencana banjir bandang yang menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Menyikapi musibah tersebut, Puan mendesak penguatan antisipasi dan mitigasi bencana secara lebih komprehensif dan efektif di seluruh penjuru tanah air. Pernyataan ini disampaikan Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/9).
Banjir bandang dan longsor yang melanda Solok pada Senin (21/9) malam dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Bencana ini telah mengakibatkan empat orang luka-luka, dan kekhawatiran adanya sejumlah warga yang tertimbun material longsor atau terseret derasnya arus. Akses jalan utama dari Padang menuju Solok terputus, melumpuhkan akses vital, serta beberapa kantor di kompleks Pemerintah Daerah Solok mengalami kerusakan parah. Upaya evakuasi dan pencarian korban oleh tim gabungan masih terus diintensifkan hingga saat ini.

Puan berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar agar tidak ada penambahan korban jiwa. "Saat ini kan masih dalam proses pencarian atau evakuasi, kami berharap semoga tidak ada korban. Amin," ujarnya. Ia menegaskan bahwa ke depan, langkah antisipasi dan mitigasi harus ditingkatkan secara signifikan demi keselamatan masyarakat.
Dengan sejumlah wilayah yang kini mulai memasuki musim penghujan, Puan meminta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Ia menyoroti bahwa isu mitigasi bencana telah menjadi pembahasan berulang antara DPR dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bahkan tim khusus penanganan bencana dari parlemen juga telah menyuarakan pentingnya langkah ini. "Sekarang ini curah hujan cukup keras ataupun sangat tinggi juga efektivitas dari semua bendungan yang ada di Indonesia dan hal-hal lain," imbuhnya, menyoroti pentingnya efektivitas bendungan dan infrastruktur penahan air lainnya di Indonesia.
Mantan Menko PMK itu juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi yang lebih solid serta semangat gotong royong yang lebih strategis dalam menghadapi potensi bencana. "Dan memang koordinasinya harus lebih diperkuat dan antisipasinya juga harus diperkuat dengan gotong royong yang lebih strategis," tegas Puan.
Puan menyampaikan empati mendalam kepada seluruh warga terdampak di Solok. "Tentunya kita semua berduka dan merasa prihatin atas bencana ini. Pemerintah, terutama petugas di lapangan harus bekerja cepat memberi pertolongan kepada warga terdampak," katanya. Ia menyoroti kebutuhan esensial bagi masyarakat terdampak, mencakup tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta perhatian dan dukungan nyata bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Puan juga mendesak pemerintah untuk memastikan pendataan korban dan kerusakan harus dilakukan secara cepat dan akurat. Hingga Selasa siang, jumlah pasti korban jiwa maupun estimasi kerugian material belum dapat dipastikan secara menyeluruh karena proses pendataan riil di lapangan masih berlangsung. "Data tersebut penting agar bantuan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan," jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini.
Terakhir, Puan mendorong pemerintah untuk menyampaikan perkembangan penanganan secara transparan, termasuk jumlah warga yang telah menerima bantuan, kebutuhan yang masih belum terpenuhi, serta potensi kendala dalam distribusi bantuan di lapangan. "Pastikan setiap kebutuhan dasar korban atau warga terdampak dapat terpenuhi sepenuhnya. Baik bagi mereka yang memilih mengungsi di fasilitas yang disiapkan pemerintah maupun yang melakukan evakuasi mandiri," tutup Puan.
