Seorang pemuda berinisial IK (18) yang sebelumnya meresahkan warga Kabupaten Bogor dengan aksi mengamuk sambil menenteng golok, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Penangkapan IK oleh aparat kepolisian menjadi sorotan utama Internationalmedia.co.id – News, mengakhiri teror yang sempat membuat warga resah.
Insiden bermula pada Senin dini hari, 13 Juli, sekitar pukul 00.35 WIB. IK mendatangi sebuah warung jamu di kawasan Kamurang, Kecamatan Citeureup, Bogor. Dengan golok di tangan, ia mengancam dan menakut-nakuti penjaga warung, menciptakan ketegangan dan ketakutan.

Tak berhenti di situ, berselang sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 03.55 WIB, IK kembali berulah. Kali ini, sasarannya adalah sebuah warung kelontong yang berlokasi di Kelurahan Puspanegara, masih di Kecamatan Citeureup. Aksi serupa dengan menenteng golok kembali dilakukannya, menambah daftar keresahan warga.
Setelah serangkaian aksi meresahkan tersebut, polisi bergerak cepat. Kapolsek Citeureup Kompol Eddy Santosa menjelaskan bahwa tim gabungan dari Polsek Citeureup dan Resmob Polres Bogor berhasil mengamankan IK di kediamannya di Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, pada Kamis (16/7) malam sekitar pukul 18.15 WIB. "Polsek Citeureup bersama Tim Resmob Polres Bogor bertindak cepat mengamankan seorang remaja yang diduga kuat sebagai pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam jenis golok di tempat umum," ujar Kompol Eddy, Jumat (17/7).
Saat penangkapan, sebilah golok yang digunakan IK dalam aksinya turut diamankan sebagai barang bukti. Terduga pelaku dan barang bukti kini telah dibawa ke Mapolsek Citeureup. "Terduga pelaku beserta barang bukti senjata tajam kini telah diamankan di Mapolsek Citeureup guna menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut atas dugaan pelanggaran membawa senjata tajam tanpa hak di tempat umum," tambah Kompol Eddy.
Motif di balik aksi sok jagoan IK terungkap setelah interogasi. Polisi menyebutkan bahwa IK berlagak layaknya "anak kampung sini" (akamsi), merasa berhak berbuat sesuka hati di wilayah tempat tinggalnya. "Ngerasa orang situ, ngerasa orang sekitar, ternyata kan nggak jauh dari TKP tempat kos-kosannya," terang Kompol Eddy.
Tak jarang, aksi IK juga disertai dengan permintaan uang atau barang. Dalam interogasi, IK mengaku sempat meminta minuman beralkohol jenis Intisari kepada penjual jamu. "Kamu minta apa?" tanya Eddy. "Intisari Pak, buat minum," jawab IK, seperti dikutip dari laporan internationalmedia.co.id. Di warung kelontong, ia mengaku tidak mengambil barang, namun ada "masalah" dengan penjualnya.
Keresahan warga atas ulah IK memang sudah memuncak. Penangkapan ini pun disambut lega oleh masyarakat sekitar. "Kalau dia belum ketangkap belum tenang," ujar salah seorang warga saat penangkapan. Kini, dengan ditangkapnya IK, warga berharap ketenangan kembali tercipta di lingkungan mereka, sementara proses hukum terus berjalan.
