Internationalmedia.co.id – News – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan sikapnya terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang masih menjadi sorotan publik. Paloh menyatakan tidak akan mempermasalahkan model atau sistem pemilihan umum apa pun yang akan diterapkan pada Pemilu 2029 mendatang, asalkan satu prinsip utama tetap dijunjung tinggi: sportivitas. Pernyataan ini disampaikan Paloh kepada awak media di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada Rabu lalu.
Menurut Paloh, proses penyusunan RUU Pemilu ini hanyalah masalah waktu yang sedang dipersiapkan secara matang oleh pihak terkait. "Saya pikir ini masalah waktu saja barangkali, yang sedang mereka persiapkan sedemikian rupa. Kalau saya tidak salah, itu kan posisinya ada di Komisi II DPR RI. Nah, itu sedang dalam pembahasan ke arah sana," jelas Paloh. Ia menambahkan, mengenai tahapan, model, sistem, hingga jadwal pemilu, apakah akan tetap seperti yang sudah ada atau mengalami perubahan, bukanlah hal yang ia permasalahkan.

Lebih lanjut, Paloh menekankan bahwa esensi terpenting dari RUU Pemilu adalah kemampuannya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu itu sendiri. "Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Itu yang paling pokok," ujarnya. Ia berharap, Pemilu 2029 tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan legalitas formal, melainkan mampu membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Paloh juga secara tegas menyoroti pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, sebuah kompetisi politik akan menjadi sia-sia dan kehilangan maknanya jika tidak digelar secara sportif, baik oleh para peserta maupun penyelenggara. "Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu," tegas Paloh. Ia menambahkan, kesiapan untuk bertarung dalam kompetisi apa pun harus dibarengi dengan penghargaan terhadap nilai-nilai sportivitas yang fundamental, sebab tanpa itu, makna kompetisi itu sendiri akan sirna.
