Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di perbatasan Lebanon selatan kembali memuncak setelah militer Israel mengonfirmasi kematian seorang prajuritnya dalam pertempuran sengit. Insiden tragis ini terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak pertengahan April. Informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari laporan AFP pada Senin (27/4) menyebutkan, Sersan Idan Fooks, yang baru berusia 19 tahun, gugur "selama pertempuran" di wilayah tersebut.
Selain kehilangan Sersan Fooks, insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah personel militer Israel lainnya mengalami luka-luka. Seorang perwira dan tiga prajurit dilaporkan terluka parah, sementara satu prajurit mengalami luka sedang dan satu lainnya luka ringan, menambah daftar korban dari pihak Israel dalam konflik yang bergejolak ini.

Gencatan senjata yang baru-baru ini diperpanjang seharusnya membawa stabilitas, namun klausul di dalamnya memberikan hak kepada Israel untuk merespons "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung." Klausul ini seringkali menjadi dasar bagi Israel untuk melancarkan serangan terhadap apa yang mereka klaim sebagai target Hizbullah di Lebanon selatan, sebuah tindakan yang dilaporkan terjadi hampir setiap hari.
Ironisnya, insiden kematian prajurit Israel ini terjadi tak lama setelah serangkaian serangan udara Israel yang menewaskan belasan warga sipil Lebanon. Media resmi Lebanon sebelumnya melaporkan bahwa militer Israel telah memulai serangan intensif di wilayah selatan negara itu, menyusul dikeluarkannya peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi strategis.
Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, serangan tersebut tetap dilancarkan. Kantor Berita Nasional Lebanon, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP pada Senin (27/4), mengonfirmasi bahwa pesawat tempur Israel melancarkan serangan di Kfar Tibnit, salah satu area yang masuk dalam daftar peringatan evakuasi, dan segera disusul laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa total 14 orang tewas akibat serangan ini, termasuk dua wanita dan dua anak-anak yang tidak bersalah. Selain itu, 37 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, menambah daftar panjang penderitaan warga sipil di tengah konflik yang tak berkesudahan.
