Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Polandia mengambil langkah serius dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan keterlibatan warganya dalam jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein, terpidana asal Amerika Serikat. Langkah ini menyusul rilis jutaan dokumen baru oleh Departemen Kehakiman AS yang mengungkap lebih dalam lingkaran pengaruh Epstein, memicu gelombang penyelidikan di berbagai negara.
Tim investigasi lintas lembaga ini, yang melibatkan pejabat dinas rahasia, jaksa, dan kepolisian, dibentuk di bawah arahan Menteri Kehakiman Polandia, Waldemar Zurek. Zurek secara eksplisit menyatakan kepada awak media bahwa laporan-laporan yang beredar mengindikasikan adanya warga Polandia dalam lingkaran Epstein. "Disebutkan bahwa stafnya, yang mengelola operasi rahasia yang dramatis ini, termasuk dua orang Polandia," ungkap Zurek, mengutip informasi yang beredar.

Zurek mengonfirmasi bahwa identitas kedua individu tersebut, seorang pria dan seorang wanita berkewarganegaraan Polandia, telah diketahui oleh otoritas setempat, meskipun rincian lebih lanjut belum dapat diungkapkan ke publik. Mandat utama tim adalah untuk menelusuri apakah ada aktivitas jaringan Epstein yang beroperasi di wilayah Polandia, serta mengidentifikasi potensi korban dari negara tersebut.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari korban di Polandia. Namun, Zurek menekankan kekhawatiran bahwa praktik perekrutan perempuan, termasuk di bawah umur, mungkin telah terjadi. Ia menambahkan bahwa hasil kerja tim ini berpotensi mengarah pada pembentukan komisi formal yang akan secara resmi meminta dokumentasi rahasia dari Amerika Serikat untuk mendukung penyelidikan lanjutan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Donald Tusk turut menyuarakan niat Polandia untuk menelisik kemungkinan keterkaitan antara Epstein dengan intelijen Rusia. Namun, tuduhan ini segera ditanggapi dengan cibiran oleh Kremlin, melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, yang secara singkat menyatakan, "jangan buang waktu kita." Tim investigasi Polandia dijadwalkan akan menggelar pertemuan perdananya pada pekan depan, dengan sebagian besar anggotanya telah siap bertugas.

