Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Wakil Ketua Umumnya, Faisol Riza, secara resmi menginstruksikan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk proaktif membuka ruang diskusi dengan kalangan mahasiswa. Inisiatif ini bertujuan untuk membahas secara mendalam program-program prioritas presiden, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Faisol Riza menyoroti kemungkinan adanya kesenjangan informasi yang menyebabkan banyak mahasiswa belum sepenuhnya memahami substansi program-program vital ini. Internationalmedia.co.id – News melaporkan.
Menurut Faisol, mahasiswa adalah pilar intelektual bangsa yang memegang peran krusial dalam mengawal setiap kebijakan pemerintah dan jalannya demokrasi. PKB meyakini bahwa pemahaman komprehensif terhadap program-program pemerintah ini merupakan kebutuhan bersama demi kemajuan bangsa. Kritik yang muncul terhadap MBG dan KDMP, lanjut Faisol, harus dipandang sebagai masukan konstruktif. Ini mengindikasikan bahwa upaya penyampaian informasi mengenai program ketahanan pangan, pembangunan generasi unggul, dan penguatan ekonomi rakyat selama 1,5 tahun terakhir belum merata, khususnya di kalangan akademisi.

Faisol Riza, yang juga menjabat Wakil Menteri Perindustrian, menegaskan bahwa program-program tersebut dirancang selaras dengan dinamika geopolitik global, utamanya dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. Namun, PKB tidak menampik adanya berbagai laporan mengenai potensi penyimpangan dan pelanggaran hukum dalam implementasinya. "Aspek tata kelola dan teknokrasi program memang memerlukan pembenahan dan penyempurnaan signifikan," ungkap Faisol. Ia mencontohkan penahanan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bukti nyata komitmen pemerintah untuk tidak menoleransi pelanggaran hukum. "Kami akan terus mengawal dan memastikan transparansi serta kepatuhan hukum dalam setiap tahapan pelaksanaannya," imbuhnya.
Oleh karena itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh DPC di tingkat Kabupaten/Kota untuk segera menggelar dialog produktif dengan mahasiswa di berbagai kampus. Sebagai partai anggota koalisi pemerintahan, PKB merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan secara substansial visi dan misi di balik program-program prioritas yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Diskusi-diskusi ini, menurut Faisol, krusial untuk membangun kesamaan persepsi mengenai tantangan domestik dan global yang dihadapi bangsa. Tujuannya adalah merumuskan langkah-langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai hambatan. "Kami mendorong diskusi terbuka untuk menyerap saran dan masukan konstruktif demi perbaikan serta penyempurnaan program-program prioritas," jelasnya. PKB optimis bahwa generasi Z, yang kini mendominasi kampus, memiliki perspektif segar dan inovatif yang dapat berkontribusi signifikan. "Meskipun perbedaan pandangan adalah keniscayaan yang harus dihormati, kita wajib memperkuat persatuan nasional dalam menghadapi setiap persoalan yang akan datang," pungkas Faisol.
