Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Pintu Laut Merah di Ujung Tanduk
Trending Indonesia

Pintu Laut Merah di Ujung Tanduk

GunawatiBy Gunawati19-04-2026 - 16.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pintu Laut Merah di Ujung Tanduk
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di Yaman memuncak setelah kelompok Houthi mengumumkan status siaga tinggi, merespons ancaman agresi yang diklaim datang dari Amerika Serikat dan Israel. Seruan persatuan nasional digaungkan oleh Houthi kepada rakyat Yaman untuk menghadapi potensi serangan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan situasi ini, yang berpotensi memperkeruh stabilitas regional.

Mayor Jenderal Mohammed al-Atifi, Menteri Pertahanan dalam pemerintahan yang dikendalikan Houthi, menegaskan kesiapan penuh pasukannya. "Kami dalam siaga tertinggi untuk menghadapi setiap bentuk agresi terhadap rakyat Yaman," ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa fase konflik terkini dengan "musuh Zionis dan Amerika" telah memperkuat persatuan di garis depan dan membuktikan efektivitas operasi militer yang dilakukan oleh "poros jihad dan perlawanan."

Pintu Laut Merah di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kelompok Houthi diketahui telah secara resmi terlibat dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel sejak akhir Maret lalu. Sejak saat itu, mereka melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal balistik jarak jauh dan drone yang menargetkan Israel, membuka front baru dalam gejolak regional. Milisi ini telah berikrar untuk tidak menghentikan serangannya sampai perang di Gaza berakhir, dengan ancaman serius untuk menargetkan situs-situs militer strategis dan mengganggu lalu lintas maritim vital di Laut Merah.

Ancaman yang lebih serius datang dari Hussein al-Ezzi, Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi. Ia sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran krusial di lepas pantai Yaman. Penutupan ini, menurutnya, bisa terjadi jika mantan Presiden AS Donald Trump terus menjadi penghalang bagi upaya perdamaian.

Dalam pernyataannya di platform X, yang juga dikutip oleh Al Jazeera, al-Ezzi dengan tegas menyatakan, "Jika Sanaa (ibu kota Yaman, yang dikuasai Houthi) memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin sekalipun akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya." Ia kemudian mendesak, "Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump – dan seluruh dunia yang terlibat – adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghalangi perdamaian, serta menunjukkan rasa hormat yang diperlukan terhadap hak-hak rakyat dan bangsa kami."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Horor Subuh di Kampus Iowa

19-04-2026 - 18.45

Api Mengamuk Ribuan Rumah Ludes Warga Sabah Terlantar

19-04-2026 - 18.00

Siapa Dalang Serangan Maut UNIFIL di Lebanon

19-04-2026 - 16.15

Dunia Menanti Nasib Bab al-Mandeb

19-04-2026 - 16.00

Misi PBB Berdarah Tentara Prancis Gugur

19-04-2026 - 12.15

Pimpinan Geng Kriminal Irlandia Terjaring di Dubai

19-04-2026 - 12.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.