Internationalmedia.co.id – News – Sungai Cibanten, yang melintasi Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, kini menjadi sorotan utama akibat tumpukan sampah yang menggunung. Berbagai jenis limbah, mulai dari plastik, kayu, hingga kasur bekas, memenuhi aliran sungai, menciptakan pemandangan yang memprihatinkan. Menanggapi kondisi darurat ini, Pemerintah Kota Serang bersama elemen masyarakat dan berbagai instansi terkait serentak turun tangan, melancarkan aksi bersih-bersih besar-besaran akhir pekan lalu.
Berdasarkan pantauan tim internationalmedia.co.id pada Sabtu lalu, upaya pembersihan melibatkan kolaborasi apik antara relawan dari Komunitas Peduli Sungai Cibanten, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Cidurian (BBWSC3), perwakilan Kecamatan Kasemen, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Mereka bahu-membahu mengevakuasi sampah yang didominasi styrofoam dan plastik, namun tak jarang juga ditemukan material lebih besar seperti potongan kayu hingga kasur bekas, yang kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diangkut ke truk pengangkut sampah.

Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cibanten, mengungkapkan bahwa proses pembersihan ini bukanlah pekerjaan sehari dua hari. "Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya ini, hari ini, esok, lusa, hingga Sungai Cibanten benar-benar bersih dari segala jenis sampah," tegasnya. Lulu juga menyoroti kendala utama, yaitu kebutuhan akan alat berat untuk mengangkat tumpukan sampah masif di titik Kasemen. Sayangnya, kondisi tebing sungai yang curam menghambat akses alat berat. Sebagai solusinya, komunitas berencana membuka donasi dan mendorong sampah ke area jembatan di hilir yang lebih memungkinkan untuk dijangkau alat berat.
Di sisi lain, Camat Kasemen, Sugiri, menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam pengawasan. Ia menginstruksikan para Ketua RT dan RW untuk tidak segan melaporkan, bahkan memviralkan, individu yang kedapatan membuang sampah sembarangan. "Tindakan tegas harus diambil. Jika edukasi yang telah berulang kali kami sampaikan belum membuahkan kesadaran, maka sanksi adalah langkah selanjutnya," ujar Sugiri, mengisyaratkan bahwa Pemerintah Kota Serang telah menyiapkan regulasi terkait sanksi bagi pelanggar.
Permasalahan sampah di Sungai Cibanten ini bukanlah hal baru. Dua hari sebelum aksi bersih-bersih masif ini, tepatnya Kamis lalu, tim internationalmedia.co.id juga telah melaporkan kondisi serupa di wilayah Kasemen. Tumpukan sampah plastik, styrofoam, kayu, hingga kasur bekas tak hanya mencemari visual, namun juga menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sarang lalat. Air sungai yang keruh kecoklatan, diiringi kemunculan ikan sapu-sapu dalam jumlah banyak, menjadi indikator jelas betapa parahnya tingkat pencemaran yang terjadi.
