Internationalmedia.co.id – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dijadwalkan bertandang ke Amerika Serikat pada November mendatang untuk bertemu dengan mantan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Pertemuan ini memicu spekulasi luas mengenai agenda utama yang akan dibahas oleh kedua pemimpin tersebut.
Kabar mengenai pertemuan ini pertama kali mencuat melalui laporan berbagai media AS pada Selasa (21/10), yang menyebutkan bahwa pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada 18 November. Di tengah upaya Arab Saudi untuk menjalin pakta pertahanan dengan AS, pertemuan ini menjadi sorotan utama.

Menurut sumber anonim yang dikutip oleh Bloomberg, MBS dan Trump diperkirakan akan menandatangani serangkaian perjanjian strategis yang mencakup bidang kecerdasan buatan (AI), pertahanan, kerja sama nuklir, dan perdagangan. CBS News menambahkan bahwa kerja sama militer dan intelijen juga kemungkinan besar akan menjadi topik pembahasan penting.
Meskipun Gedung Putih dan otoritas Riyadh belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini, pernyataan Trump sebelumnya mengindikasikan adanya potensi kesepakatan besar. Pada 17 Oktober lalu, Trump mengungkapkan bahwa para pejabat Saudi telah menyatakan kesediaan mereka untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham, sebuah inisiatif normalisasi hubungan antara negara-negara Muslim dengan Israel yang digagas pada masa jabatannya.
Trump meyakini bahwa partisipasi Arab Saudi dalam Perjanjian Abraham akan menjadi kunci bagi negara-negara lain untuk mengikuti jejak tersebut. Pernyataan ini muncul setelah gencatan senjata di Jalur Gaza diberlakukan pada 10 Oktober, yang didasarkan pada rencana perdamaian usulan Trump. Gencatan senjata ini membuka peluang diplomatik bagi Trump untuk memperluas perjanjian tersebut.
Di sisi lain, hubungan global Israel mengalami kemunduran signifikan selama konflik di Gaza, dengan beberapa negara menurunkan atau bahkan memutuskan hubungan diplomatik. Beberapa negara lain bahkan secara resmi mengakui negara Palestina. Pertemuan antara Trump dan MBS ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai arah hubungan AS dengan Arab Saudi dan implikasinya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
