Kelompok Hizbullah kembali melancarkan serangan signifikan, menargetkan pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa serangan rudal anti-tank ini terjadi pada Senin pagi waktu setempat, menyasar titik kumpul dan kendaraan militer Israel.
Menurut laporan Anadolu Agency yang dikutip internationalmedia.co.id, sasaran serangan mencakup area Tal al-Nahas dan pinggiran Kafr Kila, yang merupakan lokasi strategis di Lebanon selatan. Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menegaskan bahwa operasi ini ditujukan pada pasukan Israel yang ditempatkan di dekat garis perbatasan kedua negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat serangan terbaru Hizbullah tersebut. Namun, insiden ini menyusul laporan militer Israel pada Minggu (26/4) yang mengumumkan satu tentaranya tewas dan enam lainnya terluka dalam pertempuran di Lebanon selatan, dengan tiga di antaranya mengalami luka serius dan dua luka sedang.
Hizbullah sendiri menyatakan bahwa serangkaian serangan mereka pada Minggu sebelumnya merupakan respons terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel. Konflik di wilayah ini memang telah memanas sejak Israel melancarkan serangan udara dan darat ke Lebanon selatan, menyusul serangan roket Hizbullah ke Tel Aviv pada 2 Maret lalu, yang diklaim sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran.
Otoritas Beirut melaporkan dampak kemanusiaan yang mengerikan, dengan lebih dari 2.500 jiwa melayang dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi di berbagai wilayah Lebanon akibat agresi Israel. Meskipun gencatan senjata 10 hari yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak Jumat (17/4) pekan lalu, keberadaan tentara Israel di Lebanon selatan masih menjadi sumber ketegangan. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, sebelumnya menegaskan bahwa Tel Aviv akan mengerahkan "kekuatan penuh" jika merasa terancam, mengindikasikan bahwa situasi di perbatasan masih sangat rapuh.
