Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden serius mengguncang perairan Teluk, ketika sebuah kapal tanker yang disewa oleh perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, menjadi sasaran serangan rudal Iran. Peristiwa yang terjadi pada Rabu dini hari, 1 April 2026, ini memicu kekhawatiran baru akan eskalasi ketegangan di kawasan yang sudah bergejolak.
Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa negara mereka menjadi target tiga rudal jelajah yang diluncurkan dari Iran. Militer Qatar berhasil mencegat dua rudal di antaranya. Namun, rudal ketiga berhasil menembus pertahanan dan menghantam kapal tanker minyak yang sedang berlayar di perairan teritorial Qatar.

Kapal tanker, yang kemudian diketahui bernama Aqua 1 dan merupakan kapal pengangkut bahan bakar minyak, mengalami kerusakan pada lambung sisi kiri akibat hantaman proyektil tersebut. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa dari 21 awak kapal yang berada di dalamnya. Pihak QatarEnergy juga memastikan bahwa tidak ada dampak signifikan terhadap lingkungan maritim akibat serangan ini, dan koordinasi segera dilakukan dengan otoritas terkait untuk mengevakuasi kapal.
Serangan ini bukanlah insiden terisolasi. Selama sebulan terakhir, negara-negara Teluk telah berulang kali menghadapi gempuran drone dan rudal dari Iran. Aksi ini disebut sebagai respons Teheran terhadap serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari lalu. Iran secara konsisten menargetkan infrastruktur hidrokarbon di negara-negara Teluk yang kaya minyak serta jalur pelayaran strategis.
Tindakan Iran ini secara efektif telah mengancam penutupan Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital yang biasanya dilalui oleh seperlima pasokan minyak global. Ancaman terhadap jalur maritim krusial ini berpotensi menimbulkan gejolak signifikan pada pasar energi dunia dan memperparah ketidakstabilan regional.
Sebelumnya, badan keamanan maritim Inggris, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), juga telah melaporkan insiden serupa. UKMTO menerima laporan tentang sebuah kapal tanker yang terkena proyektil sekitar 17 mil laut di utara Doha, mengonfirmasi kerusakan pada lambung kapal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi di Teluk, saksikan liputan khusus di internationalmedia.co.id.
