Internationalmedia.co.id – News – Sebuah tragedi mengerikan yang menyelimuti Luna Park, Sydney, Australia, pada 9 Juni 1979, terus menjadi perdebatan hingga kini. Kebakaran wahana ‘Ghost Train’ atau kereta hantu menewaskan tujuh orang dan meninggalkan misteri yang belum terpecahkan selama 47 tahun.
Malam Sabtu yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi horor saat laporan pertama kebakaran diterima sekitar pukul 22.00. Petugas pemadam kebakaran dari Crows Nest dan Neutral Bay segera meluncur, namun pemandangan asap tebal setinggi 100 meter yang membubung tinggi sudah menyambut mereka dari wahana tersebut.

Akses masuk yang terbatas di Luna Park menjadi hambatan besar. Petugas harus berjuang menembus kerumunan pengunjung yang panik yang berusaha menyelamatkan diri, memperlambat upaya pemadaman. Di dalam wahana, api telah melahap habis seluruh bangunan, menciptakan suhu ekstrem yang mustahil ditembus untuk memadamkan api dari dalam ataupun melakukan pencarian korban.
Bahan bangunan yang sangat mudah terbakar dan ketiadaan sistem penyiram air otomatis (sprinkler system) memperparah kerusakan. Api sempat menjalar ke wahana Big Dipper di atasnya dan River Caves di dekatnya, namun berhasil dikendalikan dengan pasokan air yang disedot langsung dari pelabuhan. Namun, ‘Ghost Train’ hancur total dan tak bisa diselamatkan.
Setelah enam jam evakuasi puing-puing bekas kebakaran, tujuh jasad ditemukan: satu orang dewasa dan enam anak-anak. Insiden tragis ini memaksa Luna Park ditutup untuk waktu yang lama dan baru dibuka kembali pada tahun 1982 di bawah manajemen baru.
Penyelidikan awal polisi mengarah pada dugaan pembakaran sengaja. Namun, Detektif Inspektur Doug Knight dari kepolisian New South Wales (NSW), yang memimpin penyelidikan saat itu, kemudian menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah korsleting listrik (electrical fault). Kepolisian lantas menghentikan pencarian tersangka dan mengabaikan berbagai petunjuk penyelidikan.
Namun, laporan investigasi oleh internationalmedia.co.id pada 2021 mengungkapkan adanya kesaksian yang diabaikan. Staf dan pengunjung melaporkan keberadaan sekelompok orang mencurigakan serta aroma minyak tanah (kerosene) pada malam kejadian. Alan Chappell, pengawas staf Luna Park, bahkan sempat menegur sekelompok pemuda berjaket kulit, di mana salah satunya memiliki deskripsi fisik yang sangat cocok dengan detail pelaku yang digambarkan oleh saksi lainnya.
Operator wahana, Albert Bessell, mengaku melihat rombongan sekitar 9 pria dan beberapa wanita yang tampak seperti anggota geng motor masuk ke wahana 10 menit sebelum api berkobar. Namun, bukti-bukti ini tidak pernah dipertimbangkan serius oleh polisi dalam penyelidikannya.
Hingga kini, 47 tahun berselang, tragedi kebakaran ‘Kereta Hantu’ di Luna Park tetap menjadi salah satu misteri terbesar Australia, menyisakan pertanyaan tanpa jawaban dan spekulasi yang tak kunjung usai.
