internationalmedia.co.id – Duka mendalam menyelimuti warga di kawasan Petakan, Cakung, Jakarta Timur, menyusul musibah kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah kontrakan pada Jumat siang. Peristiwa tragis ini mengakibatkan dua saudara kembar berusia empat tahun harus terpisah oleh maut, di mana salah satu dari mereka tidak dapat diselamatkan dari kobaran api.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi terkunci karena penghuninya tengah beristirahat. Berdasarkan keterangan saksi mata, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada peralatan elektronik, tepatnya pada stop kontak yang terhubung ke kulkas.

Ketua RT setempat, Marzuki, mengungkapkan bahwa saat api mulai membesar, kakak dari balita kembar tersebut yang berusia 12 tahun sempat berteriak meminta pertolongan. "Dia teriak-teriak ‘ada api!’, di situ warga baru tahu kalau ada kebakaran," ujar Marzuki di lokasi kejadian.
Dalam situasi yang penuh kepanikan tersebut, warga sempat tidak menyadari bahwa masih ada dua balita di dalam rumah. Setelah petugas pemadam kebakaran tiba, kakak korban baru menyadari dan berteriak bahwa adik kembar mereka masih tertinggal di dalam. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun kondisi suhu yang sangat panas dan atap yang mulai runtuh membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit.
"Akhirnya yang satu itu berhasil diambil, yang selamat," kata Marzuki dengan nada sedih. Namun, nasib malang menimpa saudara kembar lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas, jasad balita laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi duduk di sudut dekat kamar.
Operasi pemadaman kebakaran ini melibatkan kekuatan besar, yakni 7 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 35 personel. Api berhasil dilokalisasi dalam waktu singkat, namun dampak kerusakannya sangat luas. Selain rumah korban, tiga bangunan lainnya juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan serius akibat lidah api.
Kondisi di lokasi kejadian menunjukkan pemandangan yang memilukan. Dinding bagian dalam rumah tampak menghitam pekat, sementara barang-barang milik keluarga korban, termasuk mainan mobil-mobilan dan sepeda kecil, telah hangus dan meleleh. Bau hangus masih menyengat di area gang sempit Jalan Pelajar tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua orang tua korban sedang bekerja saat musibah terjadi. Biasanya, kedua balita tersebut dititipkan kepada kerabat, namun karena kakak mereka sedang libur sekolah, mereka dijaga oleh sang kakak di rumah. Ayah korban sempat berusaha menerobos masuk untuk menyelamatkan anak-anaknya, namun warga berusaha menenangkannya demi keselamatan jiwa.
Kini, garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
