Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyerukan kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta untuk mengambil peran strategis. HNW mengajak organisasi tersebut mengampanyekan Jakarta sebagai ‘Kota Global yang Berkebudayaan Halal’, sebuah visi yang diyakini akan memperkuat identitas ibu kota menjelang lima abad usianya.
Ajakan ini disampaikan HNW saat membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII BKPRMI DKI Jakarta pada Minggu (12/7/2026). Menurutnya, penguatan identitas halal ini tidak hanya selaras dengan karakter historis Jakarta, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri halal yang dapat memberikan manfaat ekonomi signifikan, sekaligus memperkokoh jati diri Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

"Jakarta hari ini mengusung visi sebagai Kota Global yang Berkebudayaan. Menurut saya akan positif saja bila diperkuat dengan kampanyekan Jakarta sebagai Kota Halal Global," ungkap Hidayat dalam keterangan tertulisnya.
HNW menambahkan, Jakarta memiliki akar sejarah yang kuat terkait kehalalan. Ia mencontohkan nama Jayakarta yang berasal dari ayat Al-Qur’an, "Inna Fatahna Laka Fathan Mubina," yang merekam kemenangan. Semangat kemenangan yang melambangkan kemandirian, kemajuan, dan kemakmuran ini, kata Hidayat, seharusnya diaktualisasikan dalam pembahasan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya, agar budayanya tidak tercerabut dari sejarah dan jati dirinya yang berorientasi halal.
HNW menilai BKPRMI memiliki posisi yang sangat strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan 3.798 masjid, 4.057 musala, 4.955 majelis taklim, serta sekitar empat juta penduduk berusia 15 hingga 39 tahun di DKI Jakarta, potensi ini sangat besar untuk gerakan dakwah dan pemberdayaan generasi muda.
Oleh karena itu, HNW menggarisbawahi setidaknya tiga agenda besar yang perlu menjadi fokus BKPRMI pada periode kepengurusan mendatang:
- Menjadikan Jakarta sebagai Kota Halal Global. Ini adalah inti dari kampanye yang diusulkan, memanfaatkan potensi sejarah dan ekonomi.
- Mendekatkan anak-anak, remaja, dan pemuda (Gen Z dan Gen Milenial) kepada masjid. HNW menyoroti berbagai persoalan yang kini mengancam generasi muda, mulai dari darurat judi online, kekerasan seksual, filisida, tawuran, penyalahgunaan narkoba, LGBT, hingga berbagai bentuk kecanduan digital. "Karena itu masjid harusnya kembali menjadi pusat pembinaan generasi muda," tegasnya. Ia menambahkan bahwa BKPRMI berada dalam posisi krusial untuk menghadirkan solusi menuju Indonesia Emas 2045 melalui gerakan remaja dan pemuda masjid.
- Memberantas buta huruf Al-Qur’an. HNW mengingatkan hasil riset Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tahun 2023 yang menunjukkan angka buta aksara Al-Qur’an secara nasional masih mencapai 72,25 persen. Ia mengusulkan agar BKPRMI DKI Jakarta dapat memulai dengan melakukan survei tingkat buta huruf Al-Qur’an di Jakarta. Data ini akan menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Kementerian Agama, demi membangun generasi Qurani yang berkualitas.
HNW berharap Musywil XIII BKPRMI DKI Jakarta dapat melahirkan kepengurusan yang semakin kuat dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, penyelamatan Gen Z dan Gen Milenial, serta pemberdayaan umat. "Kalau masjid hidup, remaja dan pemuda masjid aktif bergerak, dan Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, insya Allah Jakarta tidak hanya menjadi Kota Global, tetapi juga layak menjadi Kota Halal Global yang menghadirkan berkah dengan kemajuan ekonomi sekaligus kemajuan akhlak dan peradaban," pungkas Hidayat.
