Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berpotensi memicu kekeringan ekstrem di lahan persawahan. Untuk memastikan pasokan air tetap terjaga di saluran irigasi selama musim kemarau panjang, Pemprov Banten telah menyiapkan armada pompa air sebagai strategi utama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skenario antisipasi komprehensif. "Intinya, kami sudah menyiasati rencana. Jika kemarau panjang benar-benar terjadi dan debit air sungai tidak mencukupi, kami akan mengandalkan pompa untuk menyalurkan air ke irigasi, demi menjaga stabilitas pasokan," ungkap Arlan.

Arlan menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk berupaya semaksimal mungkin dalam menjaga ketersediaan air di saluran irigasi. Hal ini krusial untuk mencegah gagal panen pada padi, mengingat Banten merupakan salah satu lumbung padi nasional dengan sentra produksi di Kabupaten Lebak (termasuk Wanasalam dan Malingping) serta Kabupaten Pandeglang (seperti Cikeusik dan Cibaliung). "Insyaallah, kami akan berbuat semaksimal mungkin agar para petani mendapatkan air, dengan cara apa pun yang diperlukan," tambahnya penuh keyakinan.
Mendukung upaya tersebut, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliman-Cisawarna, Kuncoro, merinci persiapan teknis. Pihaknya saat ini telah memiliki lima unit pompa apung dan sedang mengupayakan penambahan dua unit lagi. "Saat ini kami punya stok lima unit, memang kami butuh tujuh, tapi insyaallah nanti akan dipenuhi," jelas Kuncoro kepada internationalmedia.co.id.
Kuncoro mengakui bahwa kekeringan adalah masalah berulang setiap musim kemarau. Oleh karena itu, langkah antisipasi ini sangat vital, terutama untuk wilayah Malingping yang seringkali menjadi prioritas penanganan. "Intinya, jika kemarau tiba, biasanya dalam lima bulan saja kondisi sudah sangat kering," pungkasnya, menekankan urgensi persiapan ini.
