Kebakaran hebat melanda sejumlah kios di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam. Peristiwa ini menyisakan empat bangunan hangus dan garis polisi terpasang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kecepatan api dalam membesar menjadi sorotan utama dari kesaksian warga sekitar yang menyaksikan langsung insiden tersebut.
Berdasarkan pantauan internationalmedia.co.id pada Selasa pagi, empat kios yang terdampak kini telah diberi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Insiden yang terjadi di salah satu pusat otomotif ibu kota ini menarik perhatian, terutama karena kecepatan penyebaran api yang mengejutkan.

Nas (18), seorang pekerja yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, menjadi salah satu saksi kunci. Ia menceritakan momen-momen menegangkan saat api mulai berkobar. Sekitar pukul 19.30 WIB, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Nas mengaku melihat kepulan asap tebal yang mencurigakan.
"Nah, sudah selesai kerja, saya lihat asap tebal. Saya samperin, nggak lama selang langsung itu api langsung menyambar gede," ujar Nas kepada internationalmedia.co.id. Ia menjelaskan bahwa titik awal api berasal dari sebuah kios bengkel mobil. Dari sana, si jago merah dengan cepat merembet, melahap kios-kios lain yang menjual spare part, aksesoris, hingga perlengkapan audio mobil.
"Iya, sudah pada tutup yang lain mah. Cuman saya doang betulan belum di sini habis selesai kerjaan. Nah, saya lagi duduk di depan toko, banyak asap gitu kan, pas saya samperin, eh, langsung keluar apinya," tambahnya. Nas juga mengungkapkan bahwa ia mendengar beberapa suara ledakan dari dalam kios yang terbakar. Ia menduga ledakan tersebut berasal dari ban mobil atau material mudah terbakar lainnya seperti oli, yang memang banyak tersimpan di bengkel. "Iya, ada ledak-ledakan. Pas dibuka rolling door-nya dipaksa, ada ban, nah ban langsung meledak, soalnya itu di bengkel barangnya barang gampang terbakar semua, banyak, kayak oli," jelasnya.
Setelah menyadari skala bahaya, Nas segera memberi tahu satpam setempat. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) pun tiba tak lama setelah laporan diterima, berupaya keras memadamkan api yang telah melahap sebagian area pasar tersebut.
