Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pangkalan udara strategis di Kuwait, yang menjadi markas bagi aset militer Amerika Serikat (AS), baru-baru ini menjadi sasaran serangan drone Iran. Insiden ini, yang diklaim sebagai balasan atas agresi AS dan Israel, dilaporkan menyebabkan sedikitnya 15 personel militer AS mengalami luka-luka.
Menurut laporan CBS News, yang mengutip dua pejabat AS anonim, serangan tersebut menyasar Pangkalan Udara Ali al-Salem, sebuah pusat operasi militer AS di Timur Tengah. Iran sendiri secara tegas menuduh Washington berupaya meremehkan atau bahkan menyembunyikan skala sebenarnya dari kerugian personel militernya akibat rentetan serangan balasan Teheran di kawasan Teluk.

Serangan pada Senin (6/4) ini merupakan bagian dari gelombang ke-98 operasi pembalasan yang dilancarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dinamai "Operasi Janji Sejati 4". Menurut Press TV, operasi ini menargetkan sejumlah pesawat militer yang berada di pangkalan udara Kuwait menggunakan kombinasi rudal dan drone.
Operasi balasan ini dipicu oleh serangkaian serangan skala besar yang dilancarkan AS dan Israel terhadap target-target di Iran pada 28 Februari lalu. Teheran bersikeras bahwa responsnya telah menimbulkan kerugian signifikan pada pangkalan militer dan kepentingan AS di seluruh Timur Tengah, serta mengenai target-target strategis di Israel. Angkatan Bersenjata Iran telah berjanji untuk tidak menghentikan serangan mereka hingga musuh-musuh Teheran "kalah total".
Tuduhan Iran mengenai upaya AS untuk menyembunyikan jumlah korban jiwa ini bukan tanpa dasar. Hal ini diperkuat oleh laporan media AS The Intercept pada Jumat (3/4) pekan lalu, yang juga dikutip oleh Press TV. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa ratusan tentara AS mungkin telah tewas atau terluka akibat serangkaian serangan Iran di Timur Tengah, dengan Pentagon dituding sengaja mengecilkan angka tersebut.
The Intercept menyoroti insiden di mana Pusat Komando AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, diduga menyembunyikan informasi mengenai cedera 15 tentara AS setelah serangan Iran terhadap pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika di Arab Saudi. Meskipun juru bicara CENTCOM secara resmi menyatakan "sekitar 303 anggota militer AS terluka" dan setidaknya 13 tewas akibat serangan Iran di negara-negara Teluk, laporan The Intercept, mengutip seorang pejabat pertahanan anonim, menduga adanya "upaya penutupan informasi" yang dilakukan CENTCOM.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Pentagon terkait tuduhan serius yang dilayangkan Iran dan laporan investigasi dari The Intercept tersebut.

