Sebuah insiden penembakan tragis mengguncang Endeavor Health Swedish Hospital di Chicago, Amerika Serikat, pada Sabtu (24/4) pagi waktu setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, seorang aparat kepolisian tewas di lokasi kejadian, sementara rekan lainnya kini berjuang melawan maut setelah keduanya menjadi korban tembakan saat menjalankan tugas pengawalan tahanan. Pelaku penembakan, yang identitasnya belum diungkap, berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.
Kepala Kepolisian Chicago, Larry Snelling, mengonfirmasi bahwa kedua petugas tersebut sedang bertugas sebagai pengawal seorang individu yang dibawa ke rumah sakit untuk observasi medis. Salah satu korban yang gugur adalah seorang polisi berusia 38 tahun dengan 10 tahun masa bakti, sementara rekannya yang kritis berusia 57 tahun dengan pengalaman 21 tahun di kepolisian. "Para petugas itu berada di sana sebagai petugas pengawal tahanan," ujar Snelling, menambahkan bahwa nama-nama mereka belum dirilis ke publik untuk memastikan keluarga telah diberi tahu.

Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 10.50 pagi waktu setempat. Pria tak dikenal melepaskan tembakan ke arah aparat di dalam gedung rumah sakit, kemudian berupaya melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap dan senjatanya disita oleh petugas. Pihak rumah sakit Endeavor Health Swedish segera memberlakukan penguncian (lockdown) di seluruh area untuk memastikan keamanan pasien dan staf, yang kemudian dikonfirmasi dalam kondisi aman.
Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, dalam konferensi pers menyatakan keprihatinannya yang mendalam. "Hari ini adalah momen yang sangat sulit bagi kota kami. Ini adalah sebuah tragedi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah kota akan menyediakan layanan dukungan kesehatan mental bagi para petugas kepolisian yang terdampak. Kepala Kepolisian Snelling menegaskan bahwa penyelidikan mendalam masih berlangsung dan rincian lebih lanjut belum dapat diungkapkan ke publik.
Dalam unggahan di media sosial, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa individu yang berada di bawah pengawasan aparat penegak hukum tersebut dibawa ke unit gawat darurat untuk perawatan. Prosedur standar, termasuk pemeriksaan dengan alat deteksi, telah dilakukan saat kedatangan, dan individu tersebut selalu dikawal ketat oleh aparat penegak hukum.
