Internationalmedia.co.id – News – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif baru-baru ini menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan kembali komitmen Islamabad untuk memfasilitasi dialog damai antara Teheran dan Washington. Langkah diplomatik ini terjadi di tengah ketegangan yang masih menyelimuti hubungan kedua negara adidaya. Pembicaraan telepon tersebut, yang berlangsung pada Sabtu (24/4), juga menyoroti pembatalan mendadak kunjungan utusan Amerika Serikat ke Pakistan.
Melalui platform media sosial X, Perdana Menteri Sharif mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif Iran mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Islamabad. Kunjungan delegasi tersebut, yang bertujuan untuk meredakan konflik dan mempromosikan solusi damai, disambut baik oleh Pakistan sebagai upaya konkret menuju stabilitas regional.

Setelah kunjungan yang disebutnya "produktif" di Islamabad, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melanjutkan perjalanannya ke Muscat, Oman, pada hari Sabtu untuk serangkaian pembicaraan regional. Meskipun tidak ada pertemuan dengan perunding Amerika Serikat selama di Pakistan, Araghchi dijadwalkan akan kembali ke Islamabad setelah menyelesaikan agendanya di Oman akhir pekan ini. Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa rombongan delegasi Iran yang mendampingi Araghchi sebelumnya telah kembali ke Teheran, namun diperkirakan akan bergabung kembali dengannya di ibu kota Pakistan pada Minggu malam.
Di sisi lain, rencana kedatangan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, bersama menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, ke Islamabad harus dibatalkan secara mendadak. Gedung Putih sebelumnya mengumumkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk "pembicaraan langsung" dengan perwakilan Iran, dengan harapan dapat "mendorong kemajuan menuju kesepakatan" damai. Namun, pada menit-menit terakhir, Presiden Trump sendiri yang mengumumkan pembatalan perjalanan tersebut.
Mengutip pernyataannya kepada Fox News, Trump beralasan, "Kami memegang kendali penuh. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tidak perlu lagi penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa." Ketika ditanya oleh media AS Axios apakah pembatalan ini mengindikasikan dimulainya kembali permusuhan, Trump dengan tegas membantah, menyatakan, "Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya."
Dinamika diplomatik yang kompleks ini menggarisbawahi peran krusial Pakistan dalam upaya mediasi di tengah ketegangan geopolitik. Dengan Iran yang terus berupaya membuka jalur komunikasi dan AS yang menunjukkan sikap hati-hati, dunia menanti langkah selanjutnya dalam pencarian perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
