Internationalmedia.co.id – News – Kisah inspiratif datang dari Brebes, Jawa Tengah, di mana seorang juru parkir (jukir) wanita berusia 65 tahun, Kusriyati, berhasil menggagalkan upaya perampokan fantastis senilai Rp 3,6 miliar. Atas keberaniannya, ia menerima uang terima kasih Rp 100 ribu, yang kemudian dengan tulus dibagikan kepada tiga rekannya, menunjukkan integritas dan solidaritas yang patut diacungi jempol.
Ditemui di lokasi kerjanya di Jalan Ahmad Yani, Brebes, Kusriyati menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Kliwon Alwawan, pemilik mobil Pajero Sport yang menjadi target perampokan. Tanpa ragu, Kusriyati membagi rata imbalan tersebut kepada Farid, Wawan (sesama jukir), dan Udin, seorang tukang ojek yang turut membantu dalam insiden tersebut.

"Dikasih Rp 100 ribu sama yang punya uang. Terus dibagi 4, saya, kanca parkir 2 orang sama tukang ojek. Dapat Rp 25 ribuan masing-masing," tutur Kusriyati, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Rabu (17/6). Ia menegaskan bahwa tindakannya murni didasari niat baik, tanpa mengharapkan imbalan apapun. "Saya tidak minta. Tahu-tahu diberi uang Rp 100 ribu sebagai rasa terima kasih," tambahnya dengan rendah hati.
Insiden menegangkan ini terjadi pada Senin (15/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Kliwon Alwawan, warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, baru saja menarik uang tunai sebesar Rp 3,6 miliar dari salah satu bank. Uang sebanyak itu disimpan di dalam mobil Pajero Sport miliknya, sebelum akhirnya menjadi sasaran komplotan pencuri. Berkat kewaspadaan dan reaksi cepat Kusriyati serta bantuan rekan-rekannya, upaya pencurian tersebut berhasil digagalkan, dan uang miliaran rupiah itu selamat.
Keberanian dan kejujuran Kusriyati, yang memilih untuk berbagi rezeki meski nominalnya tidak seberapa dibandingkan nilai uang yang ia selamatkan, menjadi sorotan dan inspirasi banyak pihak. Kisah ini membuktikan bahwa integritas dan solidaritas masih hidup di tengah masyarakat, bahkan dari profesi yang seringkali dipandang sebelah mata, menegaskan bahwa pahlawan bisa datang dari mana saja.
