internationalmedia.co.id – Pemandangan memprihatinkan terekam di sepanjang jalur lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seekor orang utan terlihat berjalan menyusuri tepi jalan raya, sebuah perilaku yang tidak lazim bagi primata tersebut. Kehadiran satwa endemik ini di area terbuka yang padat aktivitas manusia diduga kuat merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda habitat aslinya.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (13/10) ini seketika menarik perhatian para pengguna jalan dan warga sekitar. Kondisi hutan yang hangus membuat sumber pakan alami bagi orang utan menghilang, sehingga memaksa satwa cerdas ini keluar dari zona nyamannya demi menyambung hidup.

Seorang warga setempat bernama Sano menceritakan momen haru saat melihat orang utan tersebut. Ia menyebutkan bahwa ada seorang warga yang merasa iba melihat kondisi satwa tersebut yang tampak kesulitan mencari makan. Warga tersebut sempat menghentikan kendaraannya dan meletakkan beberapa buah-buahan di pinggir jalan sebagai bentuk bantuan spontan.
"Tadi ada seorang ibu yang sempat berhenti dan memberikan buah-buahan, ditaruh begitu saja di sana. Awalnya orang utan itu sempat menghindar, namun tidak lama kemudian dia kembali lagi untuk mengambil buah-buahan tersebut," ungkap Sano saat memberikan keterangan kepada media.
Fenomena ini menjadi alarm keras bagi kelestarian ekosistem di Kalimantan Tengah. Masuknya orang utan ke pemukiman atau area jalan raya merupakan indikator kuat bahwa keseimbangan alam sedang terganggu. Kurangnya ketersediaan pakan akibat kebakaran hutan memaksa mereka melakukan migrasi paksa ke area yang lebih aman, meski harus berisiko berhadapan dengan manusia dan kendaraan bermotor.
Menanggapi situasi ini, Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun dari Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, memberikan imbauan tegas kepada masyarakat. Ia meminta warga untuk tidak bersikap acuh tak acuh namun tetap waspada saat menemukan satwa yang terdampak bencana.
Handi menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan tindakan penyelamatan atau rescue jika kondisi di lapangan memang mendesak. Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan temuan satwa liar melalui nomor darurat BKSDA di 08115218500 agar penanganan dapat dilakukan secara profesional.
"Terkait keberadaan orang utan di Jalan Lintas Kotawaringin, kami sangat mengharapkan masyarakat yang melihat satwa yang terdampak karhutla agar segera melapor ke BKSDA. Dengan begitu, kami bisa segera melakukan langkah penyelamatan atau rescue," jelas Handi.
Selain itu, Handi juga memberikan peringatan penting mengenai etika berinteraksi dengan satwa liar. Ia menekankan agar masyarakat tidak mengerumuni, mencoba menangkap, apalagi menyentuh orang utan tersebut. Interaksi yang terlalu dekat dengan manusia dapat memicu stres berat pada satwa, yang justru bisa membahayakan nyawa orang utan itu sendiri. Penanganan satwa liar yang sedang dalam kondisi kritis harus dilakukan sepenuhnya oleh petugas berwenang yang memiliki keahlian khusus.
