Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data yang cukup mengkhawatirkan terkait aktivitas seismik pasca-gempa bumi magnitudo (M) 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, tercatat sudah terjadi 9.765 gempa susulan yang mengguncang wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Minggu (30/8/2026), menjelaskan detail fenomena ini. Menurutnya, gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil tercatat pada M 1. Dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 155 gempa di antaranya dilaporkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berton menambahkan bahwa berdasarkan analisis dan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serangkaian gempa susulan ini masih berpotensi terjadi hingga 3 sampai 4 minggu ke depan setelah gempa utama. Ini menunjukkan bahwa kondisi di NTT masih memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak.
Mengenai dampak korban jiwa, BNPB menegaskan bahwa tidak ada penambahan laporan korban meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir. Total korban meninggal dunia akibat bencana ini tetap berada pada angka 111 orang. Laporan terkait korban luka-luka juga telah dicatat sebelumnya. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
